TribunPontianak/

Kunjungi Museum, Beginilah Keceriaan Siswa PAUD dari Kelompok Bermain Teratai

Dan kita mengenalkan lingkungan secara langsung, kali ini mengenalkan lingkungan museum

Kunjungi Museum, Beginilah Keceriaan Siswa PAUD dari Kelompok Bermain Teratai
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Claudia Liberani
Beberapa siswa Kelompok Bermain Teratai sedang bermain di lingkungan Museum Kalimantan Barat, Jumat (13/10/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak 18 siswa PAUD tampak bermain dengan ceria di lingkungan museum. Mereka adalah  Sekolah Kelompok Bermain Teratai yang mengunjungi Museum Kalbar, Jumat (13/10/2017).

Kepala Sekolah Kelompok Bermain Teratai, Dominika Sonya mengatakan kegiatan ini merupakan program kunjungan yang menjadi agenda khusus di sekolah.

"Kita memang mengadakan kegiatan belajar dengan tema lingkungan. Lingkungan kan ada lingkungan rumah, sekolah, dan sekitar. Dan kita mengenalkan lingkungan secara langsung, kali ini mengenalkan lingkungan museum," katanya, Jumat (13/10/2017).

Dia mengatakan membawa anak usia dini ke museum merupakan kegiatan belajar dengan cara yang asik. Apalagi tidak semua anak didiknya pernah pergi ke museum.

"Pembelajaran bertema lingkungan seperti lingkungan museum sudah ada di RPPH kita, tujuannya untuk mengenalkan benda-benda budaya secara langsung, agar mereka melihat sendiri apa yang ada di museum," jelasnya.

(Baca: Warga Perbatasan Panen Ikan Tapah di Nanga Sungai, Besarnya Seukuran Badan Manusia )

Menurutnya keberadaan Museum Kalimantan Barat sangat membantu dalam edukasi. Alasannya karena anak-anak terdiri dari berbagai daerah dan budaya tapi kenyataannya mereka sendiri tidak mengenal budaya mereka.

"Dengan adanya benda-benda pameran di museum anak-anak jadi tahu bagaimana budaya mereka. Misalnya orang dayak dulu seperti apa cara bertahan hidupnya, bagaimana mereka memasak," katanya.

Memperlihatkan benda-benda pameran yang menggambarkan sejarah peradaban diakuinya merupakan cara yang tepat dan cepat untuk mentransfer informasi.

(Baca: Unik! Ini Wujud Anak Kambing yang Gemparkan Warga Sumenep )

"Tadi kan ada dapur orang Dayak dipaerkan, anak-anak sekarang tidak tahu ada dapur begitu. Dengan memperlihatkan benda itu secara langsung mereka akan cepat mengingat," tambahnya.

Dia menuturkan banyak hal yang bisa digali di museum. Bukan sekadar mendapat pengetahuan tapi juga memahami perbedaan karena Kalimantan Barat sendiri terdiri dari berbagai suku dan etnis, secara tidak langsung anak-anak bisa belajar nilai toleransi

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help