TribunPontianak/

Laka Maut Ampera

Kecelakaan Maut di Ampera Libatkan Pelajar SMP, Saksi Ungkap Hal Mengejutkan!

Ia pun langsung keluar warung dan ternyata sudah ada beberapa remaja yang menurutnya dari SMP Aswaja di Jalan Pal 5, Kota Pontianak.

Kecelakaan Maut di Ampera Libatkan Pelajar SMP, Saksi Ungkap Hal Mengejutkan!
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Ruas Jalan Ampera yang menjadi tempat terjadinya kecelakaan sejumlah remaja SMP Aswaja, Jumat (13/10/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kecelakaan terjadi di ruas Jalan Ampera Kota Pontianak, tepat didepan Masjid Irsyadul Iman tidak jauh dari depan toko meubel, cuci moto dan warung kelontong yang juga menjual bensin, Jumat (13/10/2017) sekitar pukul 11.30 WIB.

Satu diantara saksi, Toto yang mempunyai toko kelontong menuturkan memang tidak mengetahui secara pasti terjadinya kecelakaan ini.

Saat kejadian terjadi, ia mengaku sedang berada didalam warungnya dan hanya mendengar suara benturan keras.

(Baca: Kecelakaan Tragis di Ampera Pontianak! Pelajar Bergelimpangan di Jalan Raya )

"Saye dalam warung, cume terdengar jak suare bruaaakkkk gitu, nyaring," katanya.

Ia pun langsung keluar warung dan ternyata sudah ada beberapa remaja yang menurutnya dari SMP Aswaja di Jalan Pal 5, Kota Pontianak.

Sementara itu, istri dari Toto yang sedang berada didepan warung ketika kejadian, Mak Inah mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi antara dua motor dari arah berbeda dan melibatkan sama-sama murid SMP Aswaja.

(Baca: Sang Juara Tilawatil Quran Tingkat Provinsi Ini Siap Ikuti Khataman Massal )

"Sama-sama anak Aswaja, dari arah Pal bertanjal bertiga menggunakan motor vega, satunya yang meninggal menggunakan motor vario, memang yang bertiga itu sering ngebut dijalanan, malah kalau bisa terbang, terbang kali," katanya.

Ia pun mengatakan, setelah kejadian tersebut langsung menghubungi nomor guru sekolah bersangkutan yang dikenalnya.

"Yang meninggal anak yang gunakan vario dari arah kota baru, nampaknya anak itu kemponan kopi, karena kata teman-temannya ia sempat pesan kopi disekolah dan belum diminum langsung pergi," katanya.

Setelah terjadi kecelakaan, sekitar setengah jam pun pihak kepolisian jelasnya datang ke lokasi.

Para korban pun diangkut menggunakan pikap bewarna merah, dan sepeda motornya sebagai barang bukti dibawa pihak kepolisian dengan mobil khususnya.

"Memang anak-anak tersebut tidak gunakan helm," katanya. 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help