TribunPontianak/

Smart Woman

Kain Daerah Wujud Karakter Daerah

Bagi Ketua Dekranasda Kabupaten Bengkayang, Femi Suryadman Gidot mengakui bahwa keberadaan kain lokal berarti kita memahami karakter daerah kita.

Kain Daerah Wujud Karakter Daerah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/LEO PRIMA
Ketua Dekranasda Kabupaten Bengkayang, Femi Suryadman Gidot. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Listya Sekar Siwi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kain menjadi identitas suatu daerah yang sudah sepatutnya turut dilestarikan.

Apalagi kalau kain ini bernilai seni tinggi, contohnya kain daerah kabupaten Bengkayang Saruwe Kalamange.

Bagi Ketua Dekranasda Kabupaten Bengkayang, Femi Suryadman Gidot mengakui bahwa keberadaan kain lokal berarti kita memahami karakter daerah kita.

"Dengan demikian identitas daerah kita tetap kukuh dan dikenal secara luas. Potensinya sangat pesat berkembang ini dapat dilihat dari antusias masyarakat untuk mempergunakan batik Saruwe Kalamange," jelasnya.

(Baca: Kota Pontianak Siap Pecahkan Rekor MURI Khataman Al Quran Massal )

Batik Saruwe Kalamange saat ini sudah di pakai untuk seragam sekolah tingkat SD, SMP dan SMA juga dipakai sebagai pakaian dinas ASN dan akan berkembang lagi di pakaian Olahraga.

"Dukungan dari pihak pemerintah daerah tentunya sangat mendukung dengan menyadari akan identitas daerah yang terangkat melalui kain tersebut. Terbukti melalui Dekranasda selalu mengadakan pembaharuan motif kain lokal setiap tahun nya," tuturnya.

(Baca: Menggali Potensi Pemanfaatan Budidaya Udang dan Kepiting Silfovishery )

Keberadaan kain daerah selain membutuhkan promosi yang besar-besaran juga perlu orang-orang yang bisa menyulap kain menjadi pakaian siap pakai.

Dengan desain-desain menawan, kain daerah menjadi semakin bersinar.

Itu pulalah yang menjadi fokus Ketua Dekranasda Kabupaten Bengkayang, Femi Suryadman Gidot.

"Untuk desainer mungkin masih perlu banyak melakukan explorasi lagi agar memiliki nilai jual yg lebih dan otomatis demi kemajuan daerah," jelasnya.

Penulis: Listya Sekar Siwi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help