TribunPontianak/

Heru: Perekaman e-KTP Singkawang Capai 73.38 Persen

Perekaman KTP Elektronik hingga 13 Oktober 2017 baru mencapai 73,38 persen atau 137.533 jiwa.

Heru: Perekaman e-KTP Singkawang Capai 73.38 Persen
TRIBUNPONTIANAK/FILE
Petugas Disdukcapil sedang melakukan perekaman E-KTP 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak,  Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Singkawang, Muhammad Heru mengatakan, hingga 13 Oktober 2017, perekaman KTP Elektronik di kota setempat baru mencapai sekitar 73,38 persen dari wajib KTP Elektronik sebanyak 187.433 jiwa dengan jumlah penduduk 262.210 jiwa.

Menurutnya pencapaian hasil warga yang melakukan perekaman e-KTP ini sudah berjalan optimal.

"Perekaman KTP Elektronik hingga 13 Oktober 2017 baru mencapai 73,38 persen atau 137.533 jiwa. Ini sudah cukup baik, namun memang harus diakui masih ada kendala yang dihadapi," ujar Heru, Jumat (13/10).

Kendala itu, menurutnya, diantara lain pada pengiriman data hasil perekaman warga dari server milik Disdukcapil Kota Singkawang ke server pusat yang berada di Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri RI Jakarta.

Sehingga data perekaman yang masuk ke server pusat ini, yang kemudian diproses penunggalan nomor Induk Kependudukan (NIK).

(Baca: Bikin Ngakak! Bule Ini Nama Akunnya Susah, Kesal di Tag Terus Sama Orang Indonesia )

"Setelah diproses maka server pusat akan merespon lalu mengeluarkan izin boleh tidaknya hasil perekaman itu dicetak menjadi KTP elektronik, tanpa izin dari pusat maka KTP Elektronik tidak bisa kami dicetak," ungkapnya.

Tak hanya itu menurut dia kendala yang terjadi di lapangan diantara lambatnya jaringan hingga faktor cuaca yang tak bersahabat menjadi penentu suksesnya koneksi antara server di Singkawang dan server di pusat.

"Masalah jaringan misalnya, ada warga yang sudah melakukan perekaman, namun KTP Elektroniknya tidak bisa dicetak, karena data mereka lambat masuk ke server pusat," lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Try Juliansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help