TribunPontianak/

Laka Maut Ampera

Hasan Tewas saat Akan Jemput Rekannya Pulang ke Panti Asuhan

Kalau anak-anak Panti pulang sekolah memang terpaksa harus antar jemput pakai motor, karena tak ada angkutan lain atau bis sekolah.

Hasan Tewas saat Akan Jemput Rekannya Pulang ke Panti Asuhan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HADI SUDIRMANSYAH
Andi Nasrudin Pengurus Panti Asuhan Uswatun Hasanah Pontianak saat di konfirmasi terkait empat anak asuhnya menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Ampera 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengurus Panti Asuhan Uswatun Hasanah Pontianak berencana akan memindahkan ketiga anak Panti yang menjadi korban kecelakaan di Ampera ke rumah sakit lain.

Andi Nasrudin Bendahara Panti Asuhan Uswatun Hasanah mengatakan pihaknya terpaksa mencari RS lain, karena terbentur biaya yang cukup berat.

"Untuk korban Cecep saja, tadi pihak rumah sakit meminta biaya panjar di depan Rp 11 juta, untuk keperluan operasi di kepala, kalau total kemungkinan 30-50 juta, belum lagi yang lain. Maka malam ini kita berencana mencari rumah sakit lain, supaya biaya kita agak ringan," ungkap Nasrudin didampingi ketua Yayasan Hidayatullah M Fajar pada Tribun Pontianak.

(Baca: Sosok Almarhum Hasan di Panti Asuhan Tempatnya Tinggal )

Pada kesempatan yang sama ia menceritakan kalau ketiga anak asuhnya saat ini masih di rawat di RSU St Antonius Pontianak, Cecep dan Yoga menderita cukup parah, Cecep harus operasi kepala dan yoga patah tulang hidung, sementata Darma menderita cidera tak terlalu parah dan di perkirakan Besok (sabtu) sudah di perkenankan pulang.

Nasrudin menceritakan anak asuh yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas ini ketika hendak pulang sekolah menggunakan sepeda motor yang merupakan kendaraan operasional Panti asuhan yang bersumber Waqaf dari masyarakat.

"Baru sekitar dua menit, Hasan itu pergi dari Panti untuk menjemput pulang rekan-rekan dari sekolah yang berada di Pal V, karena memang sudah lama kalau anak-anak Panti pulang sekolah memang terpaksa harus antar jemput pakai motor, karena tak ada angkutan lain atau bis sekolah, di sekolah sana ada 13 orang anak asuh kita bersekolah di situ, " katanya

Lanjutnya, "tak lama saya mendapatkan informasi ada anak-anak kami yang mengalami kecelakaan, Awalnya saya tidak mengetahui kalau Hasan menjadi korban, karena saat di lihat selain tiga anak yang mengalami luka, orang memberitahu saya, kalau Hasan juga menjadi korban dan meninggal dunia, di situ saya merasa sangat shock sekali," ungkapnya

Ia pun berharap peristiwa ini menjadi yang terakhir, karena sudah dua kali kejadian anak Panti menjadi korban kecelakaan, tapi ini yang terparah, karena korbannya meninggal dunia.

"Tapi mau gimana lagi, karena sekolah anak-anak Panti yang tingkat SMP cukup jauh harus bersekolah di Pal V sana, tidak ada kendaraan untuk mereka bersekolah, kalau di daerah lain seperti di Kaltim ada bis sekolah, " katanya.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help