TribunPontianak/

Habiskan Dana Besar, Dewan Desak Fungsikan Bendungan Merowi

Ini sangat penting untuk kita lakukan dalam rangka menciptakan swasembada beras di Sanggau.

Habiskan Dana Besar, Dewan Desak Fungsikan Bendungan Merowi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / HENDRI CHORNELIUS
Ketua Komisi A DPRD Hendrikus, Bambang 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Ketua Komisi A DPRD Sanggau Hendrikus Bambang mendesak pemerintah memfungsikan kembali bendungan Merowi yang terletak di Kecamatan Kembayan. Menurut dia,  bendungan yang dibangun dimasa orde baru itu menelan anggaran yang cukup besar, namun saat ini tidak difungsikan oleh Pemerintah.

“Lain Menteri lain kebijakannya, mestinya proyek itu dibuat berdasarkan kebutuhan. maksud pemerintah waktu itu begitu proyek bendungan dibangun dan sudah berfungsi, disekitar itu ada lahan pertanian, kok anehnya, persawahan yang dibangun jauh dari lokasi bendungan, itukan lucu dan mubazir bendungan itu," kata Bambang, Jumat (13/10).

Kondisi bendungan merowi yang terlekat di kecamatan Kembayan, kabupaten Sanggau, Jumat (13/10).
Kondisi bendungan merowi yang terlekat di kecamatan Kembayan, kabupaten Sanggau, Jumat (13/10). 

Politisi Partai Golkar Sanggau itu menduga, ego sektoral menjadi pemicu tidak dilanjutkannya pemanfaatan bendungan Merowi. Untuk itu, ia meminta pemerintah melalui Kementerian dan Dinas yang berwewenang harus membangun sinergi baru dengan masyarakat, supaya ada action plan yang jelas dalam upaya revitalisasi irigasi dan lahan persawahan di sekitar bendungan Merowi.

“Ini sangat penting untuk kita lakukan dalam rangka menciptakan swasembada beras di Sanggau. Setelah itu jalan, barulah kita bisa bicara eksport beras. Tapi jangan kita balik situasinya, canangkan eksport beras tetapi belum punya areal pertanian yang modern dan berkelanjutan, ” tegasnya.

Sebagai satu-satunya bendungan terbesar di Kalimantan Barat, Bambang sangat menyayangkan tidak difungsikannya kembali bendungan tersebut untuk mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Sanggau khususnya.

(Baca: Kembalikan Berkas Pendaftaran PPS, Mulyana: Perempuan juga Bisa Tegas )

“Mudah-mudahan saat kunjungan bapak Presiden ke Desa Tunggal Bhakti nanti bapak Presiden berkenan kiranya melihat kondisi bendungan Merowi, kami berharap bendungan ini difungsikan kembali, dibangun juga areal persawahan disekitar situ, ” harapnya.

Dihubungi terpisah, Bupati Sanggau, Paolus Hadi menjelaskan, luasanya sawah yang akan dialiri dari bengungan Merowi mencapai 1000 hektar dan sudah ditetapkan sebagai wilayahnya Provinsi Kalbar. Namun kita tetap mendorong supaya mulai diperbaiki lagi.

“Kita juga sudah sampaikan usulan kita kepada Kementan. Saya yakin dari Provinsi melihat ini sudah menjadi sebuah potensi. Kalau tidak, ya lama-lama akan hilang lahan itu, karena orang akan mengganti dengan peruntukan lain diluar sawah, ” ujarnya.

Akan tetapi, lanjut suami Arita Apolina itu, persoalan tersier dan bagaimana masyarakat bertani di sekitar Merowi, kita mendorong terus petani. Karena kendalanya memang saluran sekundernya dan harus diperbaiki.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help