TribunPontianak/

BUMDes Bersama Sangat Mungkin Dibentuk

Perhatian pemerintah pusat sangat besar untuk medorong desa. Hal ini ditunjukkan dengan alokasi anggaran yang besar untuk desa.

BUMDes Bersama Sangat Mungkin Dibentuk
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NINA SORAYA
Peserta workshop dan seminar berfoto bersama usai pelaksanaan kegiatan pada hari pertama, Jumat (13/10/2017). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kabid Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa, Mahadun, menuturkan di Sintang ada 391 desa.

Status desa tersebut hanya 1 desa Maju dan Mandiri, 8 desa berkembang dan 382 desa tertinggal dan sangat Tertinggal.

“Nah 382 desa ini yang ingin kita dorong jadi desa berkembang bahkan menjadi desa maju dan mandiri,” sampainya saat menjadi pemateri dalam Seminar dan Workshop Penyusunan Perdes Tentang BUMDes, Jumat (13/10/2017).

Menurutnya perhatian pemerintah pusat sangat besar untuk medorong desa. Hal ini ditunjukkan dengan alokasi anggaran yang besar untuk desa.

(Baca: Bikin Perdes Jangan Bertentangan dengan Aturan Lebih Tinggi )

Sebut saja dana desa yang jumlah bisa sampai Rp 1 miliar per desa. Bahkan tahun depan, kata Mahadun, alokasi mencapai Rp 80-120 triliun.

“Artinya tahun depan alokasi bisa Rp 1,2-1,4 miliar per desa. Desa benar-benar jadi idola. Tapi ada ketakutan pula desa jadi incaran aparat hukum. Padahal asal dana ini dikelola dengan benar sesuai prosedur, tidak perlu lah sampai takut,” katanya.

Memang tantangan saat ini adalah desa harus mampu mengelola anggaran secara professional, akuntabel, transparan, efektif dan harus sesuai regulasi.

Pemerintahan desa bisa menyertakan modalnya kepada BUMDes. Mengapa BUMDes? Dia menjelaskan dengan kehadiran BUMDes maka diharapkan bisa meningkatkan perekonomian desa, meningkatan pendapatan asli desa.

“Tujuan hadirnya BUMDes ini juga untuk meningkatkan pengolahan potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Harapannya BUMDes menjadi tulang punggung pertumbuhan dan pemeratan ekonomi pedesaan,” ujarnya.

Saat ini BUMDes bersama pun sangat mungkin dibentuk. Maksudnya dua desa atau lebih melakukan kerjasama dengan membentuk BUMDes bersama, jadi tak hanya satu desa. Apalagi jika desa-desa tersebut memiliki potensi yang sama. Tinggal lakukan musyawarah bersama.

Saat ini BUMDes yang terbentuk di Sintang ada sebanyak 156 BUMDes. Sementara BUMDes bersama ada satu di Kecamatan Sepauk Sintang.

“Jadi Pemerintahan desa menyertakan modal paling tidak 51 persen. Tujuannya dalam hal pengambilan keputusan suara terbesar milik Pemdes. Nah ada 49 persen itu dipersilakan bagi masyarakat yang mau menyertakan modal atau berinvestasi,” katanya.

Penulis: Nina Soraya
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help