TribunPontianak/

Bikin Perdes Jangan Bertentangan dengan Aturan Lebih Tinggi

Hal ini Ida sampaikan saat menjadi pameteri dalam Seminar dan Workshop Penyusunan Perdes Tentang BUMDes, Jumat (13/10/2017).

Bikin Perdes Jangan Bertentangan dengan Aturan Lebih Tinggi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NINA SORAYA
Kabag Hukum Sekda Kabupaten Sintang Ida Suryani (kiri) saat memberikan pemaparan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Kabag Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Ida Suryani, menjelaskan bahwa Peraturan Desa (Perdes) yang dibuat haruslah diregistrasi di bagian Hukum Pemkab Sintang. Alasannya agar pihak pemerintahan tahu apa saja yang dicantumkan dalam Perdes tersebut.

Hal ini Ida sampaikan saat menjadi pameteri dalam Seminar dan Workshop Penyusunan Perdes Tentang BUMDes, Jumat (13/10/2017).

Catatan lain, kata Ida, kewenangan yang ada dalam Perdes harus dilihat pula, jangan sampai kewenang pusat yang daerah saja tidak boleh atur apalagi di desa. Begitu pula bila bicara Perdes BUMDes, harus tahu mana yang bukan kewenangan desa.

“Perdes yang masuk, ada kami temukan kesalahan. Perdes tidak boleh bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi. Seperti tidak boleh bertentangan dengan Perda atau yang lebih tinggi lagi dengan UU,” paparnya.

Oleh karena itu partisipasi public dibutuhkan dalam penyusunan Perdes. Tujuannya ada masukkan yang diberikan oleh public atau masyarakat .

Memang satu di antara syarat melahirkan BUMDes ini harusnya dilengkapi dengan Perdes. Desa pun diberikan kewenangan membentuk BUMDes.

“Harus diingat pula modal BUMDes ini harus terpisah dari kekayaan desa. Maksundya pemerintahan desa menyertakan modal dalam BUMDes,” katanya.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Konsorsium Perempuan Untuk Keberlanjutan Kehidupan Kalimantan Barat yang didukung oleh MCA-Indonesia selama dua hari yaitu 13-14 Oktober 2017.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan Kelompok Perempuan Tani yang jadi binaan Konsorsium Perempuan di Sintang. Seperti Kelompok Tani dari Desa Samak Kecamatan Dedai, Desa Kelam Sejahtera Kecamatan Kelam Permai, Desa Mangat Baru Kecamatan Dedai, dan Desa Penyak Lalang Kecamatan Dedai. Kades masing-masing desa pun turut hadir serta perwakilan dari Kecamatan.

Penulis: Nina Soraya
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help