TribunPontianak/

Tidak Ada Penolakan Guru Garis Depan di Kayong Utara

Terkait adanya beberapa daerah di Kalimantan Barat yang melakukan penolakan terhadap Guru Garis Depan (GGD), Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas

Tidak Ada Penolakan Guru Garis Depan di Kayong Utara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YOUTUBE
Beginilah suasana konsentrasi massa orasi penolakan Guru Garis Depan (GGD) yang terdiri dari Universitas Kapuas, STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Pemkri, GMNI, Pemuda Katolik, Fordem Kalbar, dan Laskar Merah Putih di depan Gedung DPRD Sintang, Kamis (12/10/2017) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KAYONG UTARA – Terkait adanya beberapa daerah di Kalimantan Barat yang melakukan penolakan terhadap Guru Garis Depan (GGD), Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Ichwani saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, bahwa saat ini tidak ada pihak manapun yang melakukan penolakan terhadap 31 Guru Garis Depan (GGD) yang sudah hampir 2 bulan lebih bertugas di Kabupaten Kayong Utara.

(Baca: KPU Singkawang Buka Pendaftaran Calon PPK dan PPS )

“Di Kayong Utara aman, alhamdulillah lah. Kemarin saya juga baru balik dari ke Kementerian, ditanya hal itu juga (Penolakan Guru Garis Depan),” terang Ichwani, Kamis (12/10/2017).

(Baca: Tak Serahkan Dokumen, Partai Terancam Gagal Ikut Pemilu )

Dikatakan Ichwani, sesuai perjanjian, setiap Guru Garis Depan harus mengabdikan diri selama 10 tahun. Namun dikatakannya, untuk saat ini tidak ada Guru Garis Depan yang meninggalkan daerah tugasnya, kalaupun ada keluhan guru-guru ini hanya sebatas sarana dan prasarana.

“Saat ini semuanya masih ada di Kayong Utara, sampai 10 tahun mereka harus di sini, tidak tahulah kalau nanti,” jelasnya.

(Baca: Gratis! Ombudsman Buka Pendaftaran Jalan Sehat )

Saat melakukan kunjungan ke Kementerian Pendidikan beberapa waktu lalu, Dinas Pendidikan bahkan meminta penambahan Guru Garis Depan, karena saat ini Kabupaten Kayong Utara memang masih kekurangan guru.

“Kita juga mau usulkan juga penambahan, karena sudah saya sampaikan ke pihak kementerian bahwa kita kekurangan guru 513, saya ceritakan ke Kementerian, terkejut juga dia,” tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fauzi
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help