TribunPontianak/

Registrasi Kartu Prabayar

Registrasi Kartu Prabayar Bukan Informasi Hoax, Ini Penjelasannya

Kemenkominfo telah menginformasikan pada para pelanggan seluler prabayar untuk melakukan registrasi ulang nomor prabayar dengan validasi Nomor Induk

Registrasi Kartu Prabayar Bukan Informasi Hoax, Ini Penjelasannya
Kompas.com
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Kemenkominfo telah menginformasikan pada para pelanggan seluler prabayar untuk melakukan registrasi ulang nomor prabayar dengan validasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan No KK per 31 Oktober 2017.

Hal ini diamini Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Singkawang, Ahyadi, yang menurutnya hal tersebut telah diatur pemerintah.

"Registrasi ulang ini berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan No KK yang mengacu pada Peraturan Menteri (Permen) Kominfo No.12 tahun 2016 yang salah satu itemnya adalah perlu ada registrasi ulang khusus kepada pelanggan prabayar. Jadi saya tegaskan jika berita atau informasi ini bukan hoax atau bohong, tapi merupakan berita yang benar-benar sesuai ketetapan Permen dan diperbaharui dengan Permen Kominfo No.14 tahun 2017 tentang registrasi pelanggan jasa telekomunikasi," ujarnya, Kamis (12/10/2017).

(Baca: MTQ Tingkat Kabupaten Kapuas Hulu 2019 di Kecamatan Bunut Hilir )

Dengan adanya ketetapan tersebut, dirinya sangat setuju dalam rangka penertiban hal-hal yang tidak diinginkan seperti menghindari ujaran-ujaran kebencian dan sebagainya.

"Karena kalau kita membebaskan orang dengan banyak nomor kemudian dia menyebarkan ujaran kebencian atau berita hoax, kemudian kartu dibuangnya ini sangat sulit untuk ditelusuri siapa sebenarnya pembuat berita itu. Registrasi ulang pelanggan prabayar juga bertujuan untuk membatasi penggunaan nomor dan mengurangi kriminal di bidang ITE," tuturnya.

(Baca: Peresmian PAUD Santa Antonius Padua, Personel Polsek Sintang Kota Bantu Atur Lalu Lintas )

Karena itu ia menilai perlu juga tanggapan positip dari masyarakat, sehingga masyarakat tidak bisa seenaknya memposting atau mengupload berita-berita yang dapat menyinggung orang lain, memancing kegaduhan dan sebagainya. 

"Saya yakin, pemerintah bisa menjamin kerahasiaan pemegang nomor-nomor ponsel yang sudah teregistrasi," lanjutnya.

(Baca: Tidak Ada Penolakan Guru Garis Depan di Kayong Utara )

Pihaknya juga akan mensosialisasikannya ke masyarakat melalui media sosial yang Kominfo miliki. Pentingnya sosialisasi ini menurutnya agar masyarakat Singkawang khususnya mengetahui hal ini, sehingga nanti tiba saatnya masyarakat tidak lagi kaget.

(Baca: KPU Singkawang Buka Pendaftaran Calon PPK dan PPS )

"Tentu ini akan kita sosialisasikan baik melalui Facebook, Twitter, Line, dan Media Center Info Publik. Dimana registrasi ulang ini akan diberlakukan pada tanggal 31 Oktober," tutupnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help