TribunPontianak/

Penyusunan Zonasi Pesisir Akan Lahirkan Perda

Kepala Bidang Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil DKP Kalbar Dionisius Endy (kiri) berbicara dalamkonsultasi

Penyusunan Zonasi Pesisir Akan Lahirkan Perda
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Kepala Bidang Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil DKP Kalbar Dionisius Endy (kiri) berbicara dalam konsultasi publik dokumen awal rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K) di ruang rapat kantor, Jalan Sultan Syahrir Pontianak, Kamis (12/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar konsultasi publik dokumen awal rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K) di ruang rapat kantor, Jalan Sultan Syahrir Pontianak, Kamis (12/10/2017).

Penyusunan ini dilakukan dengan memperhatikan tahapan-tahapan penyusunan di dalam peraturan menteri kelautan dan perikanan nomor 23 tahun 2016 tentang perencanaan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Peta wilayah perencanaan zonasi pesisir Kalimantan Barat terdapat pada Kabupaten Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, Mempawah, Bengkayang, Singkawang dan Sambas.

(Baca: Nadiah Kompres Mata Biar Lebih Fresh )

Panjang garis pantai 2.453,5 km dengan luas wilayah perairan 3.329.805,89 hektare dan 205 pulau-pulau kecil di Kalbar.

Kepala Bidang Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil DKP Kalbar Dionisius Endy mengatakan, rencana zonasi atau tata ruang laut ini adalah amanat UU.

"Pembangunan berbasis spasial (peta), bersama dengan Undang-undang Tata Ruang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penyusunan Tata Ruang Darat, dijadikan satu dengan laut," katanya, Kamis (12/10/2017).

(Baca: Soal Suster Larikan Uang Ratusan Juta, Begini Faktanya )

Semenjak UU No 26/2007 diperbarui dengan UU No 1/2015, kewenangan laut tidak lagi menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota, melainkan pemerintah provinsi.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help