TribunPontianak/

Lantamal Minta Pertahanan di Akomodasi Dalam Penyusunan Zonasi Pesisir Kalbar

Panjang garis pantai 2.453,5 km dengan luas wilayah perairan 3.329.805,89 hektare dan 205 pulau-pulau kecil di Kalbar.

Lantamal Minta Pertahanan di Akomodasi Dalam Penyusunan Zonasi Pesisir Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Asisten Operasi (Asops) Danlantamal XII Pontianak, Kolonel Edi Haryanto, 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar konsultasi publik dokumen awal rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K), di ruang rapat, Kamis (12/10/2017).

Penyusunan ini dilakukan dengan memperhatikan tahapan-tahapan penyusunan di dalam peraturan menteri kelautan dan perikanan nomor 23 tahun 2016 tentang perencanaan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Peta wilayah perencanaan zonasi pesisir Kalimantan Barat terdapat pada Kabupaten Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, Mempawah, Bengkayang, Singkawang dan Sambas.

Panjang garis pantai 2.453,5 km dengan luas wilayah perairan 3.329.805,89 hektare dan 205 pulau-pulau kecil di Kalbar.

(Baca: Tak Berpenghuni, Seperti Inilah Pasar Kedah di Kedamin yang Baru Diresmikan

Asisten Operasi (Asops) Danlantamal XII Pontianak, Kolonel Edi Haryanto, mengatakan sesuai dengan PP nomor 68 tahun 2014 ada 8 macam wilayah pertahanan negara, empat di antaranya yakni instalasi militer, daerah latihan, daerah pembuangan amunisi, daerah uji coba senjata. 

Di Kalimantan Barat khususnya dalam aspek kelautan di daerah Temajuk ada wilayah latihan angkatan laut, kemudian di Singkawang terdapat wilayah pendaratan amfibi angkatan laut yang selama ini selalu digunakan. 

"Penataan ruang itu bukan cuma yang existing, tapi juga yang menjadi rencana minimal 20 tahun yang akan datang yang akan dijadikan sebagai wilayah pertahanan kita harus akomodasi di situ," katanya.

Penataan ruang tersebut bertujuan agar wilayah yang sudah di akomodasi nantinya tidak akan digunakan untuk kepentingan lain.

(Baca: Hadapi Persaingan, Hotel Transera Perbaiki Kualitas Pelayanan )

Karena kalau sudah digunakan untuk kepentingan lain, maka kepentingan pertahanan akan menjadi terganggu.

"Jadi saya berharap wilayah-wilayah yang telah disampaikan menjadi kepentingan pertahanan, akan di akomodasi di dalam setiap peraturan baik daerah maupun pusat sehingga tidak akan berbenturan dengan kepentingan lain," harapnya.

Penataan tersebut akan dituangkan di dalam pola peta yang nantinya akan di terbitkan bersama Peraturan Daerah (Perda) baru, sehingga akan tergambar, di dalam peta tersebut akan ada satu area disertai keterangan.

"Contohnya ada satu kota di Temajok dengan kode tersendiri dijelaskan bahwa itu merupakan tempat latihan nanti akan tergambar di dalam peta," jelasnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help