TribunPontianak/

Kejati Kalbar Tetapkan Komisaris Utama PT LJMA Tersangka, Ini Kasusnya yang Menjeratnya

berdasarkan hasil audit proyek tersebut terdapat mark up harga dan kekurangan volume sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 3,7 miliar

Kejati Kalbar Tetapkan Komisaris Utama PT LJMA Tersangka, Ini Kasusnya yang Menjeratnya
ISTIMEWA
Komisaris Utama PT. Langgeng Joyo Makmur Abadi (PT. LJMA), SP (yang menoleh ke kamera) saat hendak diperiksa di Kejati Kalbar. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kejati Kalbar menetapkan tersangka dan melakukan penahanan terhadap SP, Komisaris Utama PT. Langgeng Joyo Makmur Abadi (PT. LJMA) dalam perkara tindak pidana korupsi proyek  pekerjaan lanjutan pembangunan gedung dan bangunan fasilitas operasional pelabuhan laut Paloh Kab Sambas thn 2008, Kamis (12/10/2017).

Penahanan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Sugiyono, SH, MM No. Print-01/Q.1/Fd.1/10/2017 tgl 12 Okt 2017 di Rutan Klas II A Pontianak selama 20 hari.

(Baca: Tanggapi Penolakan GGD, Ini Penjelasan Kadisdikbud Kalbar )

Tersangka SP didampingi oleh Advokat dari Jakarta diperiksa oleh Kasi Penyidikan Kejati Kalbar,  Satria mulai pukul 10.00 s/d 15.00 bertempat diruang pemeriksaan Bidang Pidsus Kejati Kalbar.

"Tersangka SP menggunakan PT. LJMA untuk proyek tersebut yang ternyata perusahaan yang memasukkan mengikuti penawaran merupakan perusahaan yang dimiliki oleh satu atau kelompok orang yang sama atau berada pada kepengurusan yang sama dengann tersangka SP," ujar Kasi Penyidikan Kejati Kalbar Satria.

Menurutnya, berdasarkan hasil audit proyek tersebut terdapat mark up harga dan kekurangan volume sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 3,7 miliar.

"Tersangka disangka Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 ttg Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP," tukasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help