TribunPontianak/

Berita Foto

Kegiatan Menteri Kesehatan Saat Hadiri Peluncuran Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan

Menteri Kesehatan RI, Prof.Dr.dr.Nila F Moelek saat hadir untuk meluncurkan Peta Jalan (Road Map) Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030

Kegiatan Menteri Kesehatan Saat Hadiri Peluncuran Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan - menkes_20171012_134844.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Menteri Kesehatan RI, Prof.Dr.dr.Nila F Moelek menyampaikan kata sambutan sekaligus meluncurkan Peta Jalan (Road Map) Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030 oleh Kementerian Kesehatan RI di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalbar, Kamis (12/10/2017) pagi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan penanggulangan kebutaan dan gangguan penglihatan. Peta jalan ini dibuat untuk menggambarkan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam penanggulangan gangguan penglihatan guna mewujudkan masyarakat Indonesia memiliki penglihatan yang optimal melalui program mata sehat 2030
Kegiatan Menteri Kesehatan Saat Hadiri Peluncuran Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan - menteri-kesehatan_20171012_134650.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Menteri Kesehatan RI, Prof.Dr.dr.Nila F Moelek (kiri) saat hadir untuk meluncurkan Peta Jalan (Road Map) Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030 oleh Kementerian Kesehatan RI di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalbar, Kamis (12/10/2017) pagi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan penanggulangan kebutaan dan gangguan penglihatan. Peta jalan ini dibuat untuk menggambarkan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam penanggulangan gangguan penglihatan guna mewujudkan masyarakat Indonesia memiliki penglihatan yang optimal melalui program mata sehat 2030.
Kegiatan Menteri Kesehatan Saat Hadiri Peluncuran Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan - menkes_20171012_134718.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Menteri Kesehatan RI, Prof.Dr.dr.Nila F Moelek (kiri) saat hadir untuk meluncurkan Peta Jalan (Road Map) Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030 oleh Kementerian Kesehatan RI di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalbar, Kamis (12/10/2017) pagi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan penanggulangan kebutaan dan gangguan penglihatan. Peta jalan ini dibuat untuk menggambarkan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam penanggulangan gangguan penglihatan guna mewujudkan masyarakat Indonesia memiliki penglihatan yang optimal melalui program mata sehat 2030.
Kegiatan Menteri Kesehatan Saat Hadiri Peluncuran Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan - menkes_20171012_134754.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Menteri Kesehatan RI, Prof.Dr.dr.Nila F Moelek (kiri) saat hadir untuk meluncurkan Peta Jalan (Road Map) Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030 oleh Kementerian Kesehatan RI di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalbar, Kamis (12/10/2017) pagi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan penanggulangan kebutaan dan gangguan penglihatan. Peta jalan ini dibuat untuk menggambarkan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam penanggulangan gangguan penglihatan guna mewujudkan masyarakat Indonesia memiliki penglihatan yang optimal melalui program mata sehat 2030.
Kegiatan Menteri Kesehatan Saat Hadiri Peluncuran Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan - menkes_20171012_134932.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Tenaga medis dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat memeriksa kesehatan tamu undangan dan hadirin pada acara Peluncuran Peta Jalan (Road Map) Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030 oleh Kementerian Kesehatan RI di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalbar, Kamis (12/10/2017) pagi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan penanggulangan kebutaan dan gangguan penglihatan. Peta jalan ini dibuat untuk menggambarkan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam penanggulangan gangguan penglihatan guna mewujudkan masyarakat Indonesia memiliki penglihatan yang optimal melalui program mata sehat 2030.
Kegiatan Menteri Kesehatan Saat Hadiri Peluncuran Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan - menkes_20171012_134903.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Tenaga medis dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat memeriksa kesehatan tamu undangan dan hadirin pada acara Peluncuran Peta Jalan (Road Map) Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030 oleh Kementerian Kesehatan RI di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalbar, Kamis (12/10/2017) pagi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan penanggulangan kebutaan dan gangguan penglihatan. Peta jalan ini dibuat untuk menggambarkan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam penanggulangan gangguan penglihatan guna mewujudkan masyarakat Indonesia memiliki penglihatan yang optimal melalui program mata sehat 2030.
Kegiatan Menteri Kesehatan Saat Hadiri Peluncuran Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan - menkes_20171012_134956.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Tamu undangan saat menghadiri acara Peluncuran Peta Jalan (Road Map) Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030 oleh Meteri Kesehatan RI Prof.Dr.dr.Nila F Moelek di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalbar, Kamis (12/10/2017) pagi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan penanggulangan kebutaan dan gangguan penglihatan. Peta jalan ini dibuat untuk menggambarkan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam penanggulangan gangguan penglihatan guna mewujudkan masyarakat Indonesia memiliki penglihatan yang optimal melalui program mata sehat 2030.
Kegiatan Menteri Kesehatan Saat Hadiri Peluncuran Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan - menkes_20171012_135103.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Andy Jap (tengah) saat menghadiri acara peluncuran Peta Jalan (Road Map) Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030 oleh Menteri Kesehatan RI Prof.Dr.dr.Nila F Moelek di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalbar, Kamis (12/10/2017) pagi. Hasil survey kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014-2016 di 15 provinsi menunjukan penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan adalah kelainan refraksi 10-15 persen dan katarak 70-80 persen, data ini mendasari fokus program Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan kebutaan di Indonesia
Kegiatan Menteri Kesehatan Saat Hadiri Peluncuran Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan - menkes_20171012_135147.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Tamu undangan dari kalangan masyarakat dan mahasiswa saat menghadiri acara Peluncuran Peta Jalan (Road Map) Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030 oleh Meteri Kesehatan RI Prof.Dr.dr.Nila F Moelek di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalbar, Kamis (12/10/2017) pagi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan penanggulangan kebutaan dan gangguan penglihatan. Peta jalan ini dibuat untuk menggambarkan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam penanggulangan gangguan penglihatan guna mewujudkan masyarakat Indonesia memiliki penglihatan yang optimal melalui program mata sehat 2030.
Kegiatan Menteri Kesehatan Saat Hadiri Peluncuran Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan - menkes_20171012_135318.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Menteri Kesehatan RI, Prof.Dr.dr.Nila F Moelek (dua dari kanan) saat meluncurkan Peta Jalan (Road Map) Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030 oleh Kementerian Kesehatan RI di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalbar, Kamis (12/10/2017) pagi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan penanggulangan kebutaan dan gangguan penglihatan. Peta jalan ini dibuat untuk menggambarkan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam penanggulangan gangguan penglihatan guna mewujudkan masyarakat Indonesia memiliki penglihatan yang optimal melalui program mata sehat 2030.
Kegiatan Menteri Kesehatan Saat Hadiri Peluncuran Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan - menkes_20171012_135440.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Menteri Kesehatan RI, Prof.Dr.dr.Nila F Moelek (tiga dari kiri) meluncurkan Peta Jalan (Road Map) Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030 oleh Kementerian Kesehatan RI di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalbar, Kamis (12/10/2017) pagi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan penanggulangan kebutaan dan gangguan penglihatan. Peta jalan ini dibuat untuk menggambarkan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam penanggulangan gangguan penglihatan guna mewujudkan masyarakat Indonesia memiliki penglihatan yang optimal melalui program mata sehat 2030.
Kegiatan Menteri Kesehatan Saat Hadiri Peluncuran Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan - menkes_20171012_135500.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Menteri Kesehatan RI, Prof.Dr.dr.Nila F Moelek (tiga dari kiri) meluncurkan Peta Jalan (Road Map) Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030 oleh Kementerian Kesehatan RI di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalbar, Kamis (12/10/2017) pagi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan penanggulangan kebutaan dan gangguan penglihatan. Peta jalan ini dibuat untuk menggambarkan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam penanggulangan gangguan penglihatan guna mewujudkan masyarakat Indonesia memiliki penglihatan yang optimal melalui program mata sehat 2030.
Kegiatan Menteri Kesehatan Saat Hadiri Peluncuran Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan - menkes_20171012_135339.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Menteri Kesehatan RI, Prof.Dr.dr.Nila F Moelek (tengah) saat hadir untuk meluncurkan Peta Jalan (Road Map) Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030 oleh Kementerian Kesehatan RI di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalbar, Kamis (12/10/2017) pagi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan penanggulangan kebutaan dan gangguan penglihatan. Peta jalan ini dibuat untuk menggambarkan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam penanggulangan gangguan penglihatan guna mewujudkan masyarakat Indonesia memiliki penglihatan yang optimal melalui program mata sehat 2030.
Kegiatan Menteri Kesehatan Saat Hadiri Peluncuran Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan - menkes_20171012_135754.jpg
TRIBUN
Sejumlah wanita lanjut usia saat menghadiri acara peluncuran Peta Jalan (Road Map) Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030 oleh Menteri Kesehatan RI Prof.Dr.dr.Nila F Moelek di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalbar, Kamis (12/10/2017) pagi. Hasil survey kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014-2016 di 15 provinsi menunjukan penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan adalah kelainan refraksi 10-15 persen dan katarak 70-80 persen, data ini mendasari fokus program Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan kebutaan di Indonesia
Kegiatan Menteri Kesehatan Saat Hadiri Peluncuran Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan - menkes_20171012_140004.jpg
Sejumlah mahasiswa saat menghadiri acara Peluncuran Peta Jalan (Road Map) Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030 oleh Meteri Kesehatan RI Prof.Dr.dr.Nila F Moelek di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalbar, Kamis (12/10/2017) pagi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan penanggulangan kebutaan dan gangguan penglihatan. Peta jalan ini dibuat untuk menggambarkan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam penanggulangan gangguan penglihatan guna mewujudkan masyarakat Indonesia memiliki penglihatan yang optimal melalui program mata sehat 2030.
Kegiatan Menteri Kesehatan Saat Hadiri Peluncuran Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan - menkes_20171012_135756.jpg
Tenaga medis memeriksa kesehatan mata sejumlah hadirin dan tamu undangan lansia pada acara Peluncuran Peta Jalan (Road Map) Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030 oleh Kementerian Kesehatan RI di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalbar, Kamis (12/10/2017) pagi. Gangguan penglihatan seperti katarak merupakan penyebab kebutaan tertinggi di Indonesia, maka peta jalan yang diluncurkan memuat strategi percepatan penanggulangan katarak antara lain meningkatkan jumlah skrining dan operasi katarak secara optimal,mendorong setiap daerah untuk melaksanakan penanggulangan katarak dengan mempertimbangkan aspek demografi dan prevalensi kebutaan dan memperkuat sistem rujukan mulai dari masyarakat, fasilitas kesehatan primer, fasilitas kesehatan sekunder sampai dengan fasilitas pelayanan kesehatan tersier

.

Penulis: Anesh Viduka
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help