TribunPontianak/

Fordem Akan 'Gebrak' Meja Menteri Jika Permasalahan GGD Tak Kunjung Selesai

Bahkan ia menegaskan setelah menyampaikan aksi di Sintang, pihaknya akan laksanakan aksi di kabupaten-kabupaten lain.

Fordem Akan 'Gebrak' Meja Menteri Jika Permasalahan GGD Tak Kunjung Selesai
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Penyampaian aspirasi dari Ketua Umum Fordem Kalbar, Erasmus Endi Dacosta kepada Ketua DPRD Kabupaten Sintang Jeffray Edward di depan Gedung DPRD Kabupaten Sintang, Kamis (12/10/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Ketua Umum Forum Demokrasi (Fordem) Kalimantan Barat, Erasmus Endi Dacosta melihat ada yang aneh dan ganjil pada permasalahan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait program Guru Garis Depan (GGD).

Bahkan ia menegaskan dalam tanda kutip program GGD adalah kebijakan gila dari pemerintah pusat.

Bagaimana tidak, program tersebut menerapkan aturan atau syarat-syarat rekrutmen yang membuat banyak putra-putri daerah tidak bisa ikut.

"Intinya apa yang menjadi syarat untuk penerimaan GGD ini mengakibatkan banyak lulusan dari daerah tidak bisa ikut. Kalau kalah dalam bertanding itu biasa, tetapi kalau tidak bisa ikut bertanding itu yang tidak bisa kami terima," katanya, Kamis (12/10/2017) siang.

(Baca: Mendadak Jadi Sorotan, OSO Ikut Amankan Aksi Penolakan GGD, Ternyata Ini Sosoknya! )

Bahkan ia menegaskan setelah menyampaikan aksi di Sintang, pihaknya akan laksanakan aksi di kabupaten-kabupaten lain.

Karena di kabupaten lain kita juga ada cabang Fordem.

Selesai di semua kabupaten, pihaknya juga akan laksanakan ini di tingkat provinsi.

(Baca: Tampung Aspirasi Massa Tolak Guru Garis Depan di Sintang, Begini Penjelasan Ketua DPRD )

"Selesai provinsi kita gebrak meja menteri. Kalau hanya sampai di sini sia-sia karena ini kebijakan pusat dan dipusat persoalannya. Maka kami minta dikawal baik eksekutif maupun legislatif, karena ini menyangkut kepentingan kita bersama," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help