TribunPontianak/

Citizen Reporter

Amankan Aksi Damai, Polres Turunkan 80 Personel

Sedikitnya 80 personel Polres Sintang diturunkan untuk mengamankan dan mengawal kegiatan aksi damai dan audiensi resmi oleh Aliansi Masyarakat Peduli

Amankan Aksi Damai, Polres Turunkan 80 Personel
ISTIMEWA
80 Personel Polres Sintang Diturunkan Lakukan Pengamanan Aksi Damai. 

Citizen Reporter
Paur Subbag Humas Polres Sintang
Iptu Hariyanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Sedikitnya 80 personel Polres Sintang diturunkan untuk mengamankan dan mengawal kegiatan aksi damai dan audiensi resmi oleh Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Kabupaten Sintang terkait penempatan Guru Garis Depan (GGD) di Kantor DPRD Sintang, Kamis (12/10/2017) pagi.

Aksi Damai ini sendiri dimulai pukul 08.15 WIB dimana massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Kabupaten Sintang berkumpul di Taman Entuyut Tugu BI Jalan PKP Mujahidin Sintang, mulai dari PP FORDEM Kalbar berjumlah 2 orang, PMKRI Kab. Sintang berjumlah 35 orang, GMNI Kab. Sintang berjumlah 6 orang, DPC Pemuda Katolik Kab. Sintang berjumlah 5 orang, BEM UNKA Fakultas Pertanian dan Fakultas Hukum berjumlah sekitar 130 orang, BEM STKIP Persada Khatulistiwa Sintang berjumlah sekitar 160 orang serta didampingi para Dosen STKIP berjumlah 3 orang.

(Baca: Kapolsek Sampaikan Surat Edaran Gubernur pada Penyelenggaraan Bimtek )

Selanjutnya massa bergeser ke gedung DPRD Kab. Sintang menggunakan kendaraan roda dua dengan pengawalan dari Sat Lantas Res Sintang dengan rute Taman Entuyut - PKP Mujahidin - Simpang RSUD Ade M. Djoen Sintang - Jl. Pattimura - Jl. Taruna - Jl. Imam Bonjol - Jl. M. Saad - Gedung DPRD Kab. Sintang.

Peserta aksi damai tiba pada pukul 09.00 wib dan disambut Wakil Ketua DPRD Kab. Sintang Sandan, S.Sos, disertai orasi di depan gedung DPRD Kab. Sintang.

Dalam orasinya peserta aksi damai menyampaikan beberapa point seperti mengapa putra putri daerah dijegal dan putra putri daerah tidak dapat prioritas dari pemerintah dan dianggap peraturan dari Menteri Pendidikan sangat tidak berpihak pada sarjana daerah, meminta untuk memprioritaskan para sarjana daerah.

Selain itu juga para peserta aksi damai mempertanyakan mengapa penerimaan Guru Garis Depan (GGD) tidak diprioritaskan bagi guru honor yang telah ada.

Selanjutnya perwakilan massa terima oleh Ketua DPRD Kab. Sintang Jeffray Edward, SE, M.Si, Wakil Ketua DPRD Kab. Sintang Sandan, S.Sos, Asisten 3 Kab. Sintang Drs. Marchues Afen, M.Si, Kadis Pendidikan Kab. Sintang Drs. Lindra Azmar, M.Si dan BKD SDM Kab. Sintang

(Baca: BBPOM Sasar Pelajar, Hindarkan Anak dari Penyalahgunaan Obat )

Halaman
12
Penulis: Wahidin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help