TribunPontianak/

10 Persen Penderita Gangguan Mata Anak Usia Sekolah

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Andy Jap menerangkan berdasarkan hasil riset kesehatan dasar, 10 persen dari total penderita

10 Persen Penderita Gangguan Mata Anak Usia Sekolah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIZKY PRABOWO RAHINO
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Andi Jap diwawancarai awak media acara Peringatan Hari Penglihatan Sedunia tahun 2017 dan Launching Peta Jalan Penanggulanan Gangguan Pengelihatan di Pendopo Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (12/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Andy Jap menerangkan berdasarkan hasil riset kesehatan dasar, 10 persen dari total penderita gangguan penglihatan di Kalbar merupakan anak-anak usia sekolah.

"Itu berdasarkan hasil riset kesehatan dasar. Anak-anak sekitar 10 persen," ungkapnya saat diwawancarai usai acara Peringatan Hari Penglihatan Sedunia tahun 2017 dan Launching Peta Jalan Penanggulanan Gangguan Pengelihatan di Pendopo Gubernur Provinsi Kalimantan Barat Pontianak (12/10/2017).

(Baca: Pemilihan Ulang Tertunda, Bupati Mempawah Panggil Calon Kepala Desa )

Andy menerangkan saat ini penyebab gangguan mata pada anak-anak usia sekolah lantaran radiasi cahaya yang dihasilkan gadget dan alat-alat teknologi lainnya.

Selain itu, kebiasaan kurang konsumsi buah-buahan dan sayur juga ditenggarai sebagai penyebab lain.

"Memang antisipasi atau pencegahannya melalui konsumsi buah dan sayur-sayuran. Buah dan sayur ini baik bagi kesehatan mata. Selain itu, penggunaan gadget disarankan ada batasannya, jangan terlalu dekat," jelasnya.

(Baca: Tim Terpadu Terus Giat Sosialisasi Kurangi Dampak Karhutla )

Andy Jap mengimbau masyarakat melakukan upaya deteksi dini. Screening atau pemeriksaan mata diakui Andy sangat mudah. Kalau ditemui ada masalah gangguan mata, Andy menyarankan harus segera ditindaklanjuti dengan pergi ke dokter spesialis mata.

"Seperti ketika ada gangguan refraksi, itu harus dikoreksi dengan kacamata. Kami akan tindaklanjuti dan atasi dengan pemberian kacamata bermitra dengan para donatur," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help