TribunPontianak/

Kondisi Satu Anak Positif Rabies Memburuk, Dinas Kesehatan Sekadau Mengaku Pasrah

Pasiennya saat ini masih ditangani, hanya saja dengan kondisi itu pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

Kondisi Satu Anak Positif Rabies Memburuk, Dinas Kesehatan Sekadau Mengaku Pasrah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Seorang bocah berusia 5 tahun asal Desa Sunsong Kecamatan Sekadau Hulu saat dibawa ke RSUD akibat digigit anjing. Dan pihak dokter RSUD menyatakan bocah tersebut positif rabies, dan kini kondisinya semakin memburuk. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau, St Emanuel mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan terkait bocah yang positif rabies.

Ia juga mengatakan, kasus gigitan yang dialami bocah tersebut terjadi sejak dua minggu yang lalu. Dan pasien tersebut berasal dari Saka Tiga, Desa Sunsong, Kecamatan Sekadau Hulu.

“Kejadiannya sudah dua minggu lalu, gigitan pertama sudah diberikan VAR. Dianggap mereka sembuh, rupanya anak itu dua kali kena gigit dikakinya, kedua kali gigit anjing itu langsung dibunuh warga,” ujarnya kepada Tribun, Rabu (11/10/2017).

Emanuel mengatakan, saat berkunjung ke Sunsong beberapa waktu lalu pihaknya bersama Dinas Peternakan sudah membawa pasien tersebut ke Puskesmas untuk diberikan VAR.

(Baca: Satu Anak di Sekadau Positif Rabies, Virusnya Sudah Menyerang ke Otak )

Keluarga tersebut, kata dia, kembali ke Sunsong namun kemudian anak tersebut mengalami panas tinggi.

“Disarankan oleh Bidannya untuk dirujuk ke rumah sakit. Rupanya di RSUD keadaannya semakin memburuk,” ungkapnya.

Bahkan, kata Emanuel, kedua orang tua pasien tersebut sudah digigit oleh anaknya tersebut. Untuk penanganan, kata dia, kedua orang tuanya itu juga sudah diberikan VAR.

“Kondisinya semakin memburuk. Kemarin, mau dirujuk ke Pontianak, tapi penanganannya juga sama dengan di RSUD Sekadau. Pasiennya saat ini masih ditangani, hanya saja dengan kondisi itu pihaknya tidak bisa berbuat banyak,” kata dia.

“Tindakan sudah dilakukan. Hanya saja kami kecewa dengan keterlambatan karena mereka menganggap itu biasa-biasa saja, padahal disarankan dirujuk oleh bidan orang tuanya tidak mau,” timpalnya.

Padahal, kata dia, pihaknya kerap memberikan pemahaman kepada masyarakat. Ia mengatakan, bila digigit anjing masyarakat harus segera melapor kepada pelayananan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan.

“Kami sudah sering memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Kalau kena gigit harus segera melapor agar cepat ditangani,” pungkasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help