TribunPontianak/

Citizen Reporter

Ajarkan Pengetahuan Hukum, AMAN Kalbar Gelar Pelatihan Paralegal untuk Masyarakat Adat

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Kalimantan Barat menggelar pelatihan paralegal untuk masyarakat

Ajarkan Pengetahuan Hukum, AMAN Kalbar Gelar Pelatihan Paralegal untuk Masyarakat Adat
IST
Foto bersama pelatihan paralegal untuk masyarakat adat di Gedung Taketik Paroki Sekadau 9 hingga 11 Oktober 2017. 

Citizen Reporter
Tono, Sekretariat AMAN Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Kalimantan Barat menggelar pelatihan paralegal untuk masyarakat adat di Gedung Taketik Paroki Sekadau 9 hingga 11 Oktober 2017.

Deputi AMAN Kalbar, Glorio Sanen mengatakan, akses terhadap keadilan mensyaratkan masyarakat dapat menjangkau institusi peradilan dan kelembagaan hukum dalam upaya menyelesaikan masalah dikomunitasnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut negara harus menjamin bahwa sistem hukum yang ada telah mengadopsi dan mengimplementasikan prinsip-prinsip peradilan yang bersih dan adil serta adanya pengakuan atas persamaan perlakuan didepan hukum tanpa diskriminasi.

(Baca: Ngopi Itu Budaya, Menjamur di Kehidupan Masyarakat )

"Oleh karena itu, tidak ada sedikitpun pengurangan atau pembatasan yang dapat dilakukan oleh negara untuk menjamin hak konstitusional warga negara mendapatkan hak persamaan di depan hukum," katanya, Selasa (10/10/2017).

(Baca: Inilah Sosok Wanita yang Meninggal Bersimbah Darah di Purnama Semasa masih Hidup )

Dalam UU Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum yang menyatakan pemberi bantuan hukum diberikan hak melakukan rekruitmen terhadap advokat, paralegal, dosen dan mahasiswa fakultas hukum.

Melalui UU ini maka paralegal telah memperoleh legitimasi hukum sehingga eksistensinya harus diakui oleh aparat penegak hukum dan institusi terkait lainnya.

Dalam upaya meningkatkan kemampuan Masyarakat Adat akan pengetahuan dasar tentang hukum Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Wilayah Kalimantan Barat (AMAN KALBAR) yang consen terhadap advokasi dalam menangani kasus-kasus masyarakat adat memandang perlu sebuah pelatihan paralelgal.

Halaman
123
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help