Ekspor Karet Anjlok, Masyarakat Harus Tahu Ini Faktor Penyebabnya
Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Kalbar, Yusdar Sutan mengatakan penurunan ekspor karet di Kalbar
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Nasaruddin
Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Kalbar, Yusdar Sutan mengatakan penurunan ekspor karet di Kalbar dikarenakan berbagai faktor. Pertama ia mengakui harga karet di pasar Internasional memang turun dari harga tertinggi di bulan Februari 2017 sebesar USD 2,20 per Kg SIR 20 menjadi USD 1,49 per Kg SIR 20 pada saat ini.
(Baca: Rintis Usaha Modal Uang Jajan, Sayok Kite Hydrofarm Jual 198 Pack Perhari )
"Harga karet di pasar tradisional turun sekitar 30 persen. Selain itu pada saat ini konsumsi komoditi karet dari Tiongkok, Amerika dan negara-negara Eropa tidak meningkat banyak, karena ekonomi negara-negara tersebut masih belum pulih," ujar Yusdar yang tengah berada di Jakarta saat dihubungi Tribun pada Rabu (4/10/2017).
(Baca: Kosmetik Palsu Beredar via Online, Direskrimsus Polda Kalbar Bidik Ini )
Harga yang rendah ditambah konsumsi yang menurun dari beberapa negara kata Yusdar diperparah dengan produksi karet yang meningkat pesat dari negara Vietnam dengan produksi 1,2 juta ton per tahun, sehingga Vietnam menjadi produsen karet nomor tiga di dunia dibawah Thailand dan Indonesia.
(Baca: 23 Kafilah MTQ Tingkat Kabupaten di Boyan Tanjung Meriahkan Malam Pembukaan )
"Selain harga yang turun, volume ekspor Agustus juga menurun dibandingkan Juli. Hal ini disebabkan supply bokar yang berkurang dari para pedagang pengumpul dan petani karet. Ada sebagian dari mereka yang menyimpan hasil produksi karetnya untuk dijual pada saat harga naik," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/perkembangan-ekspor-impor-kalbar_20171005_020316.jpg)