TribunPontianak/

Bupati Sambas Pimpin Razia PETI

Mencemari Lingkungan Bisa Didenda Rp 3 Miliar

Kamis (5/10/2017).Maraknya PETI di perhuluan Sungai Sambas membuat air sungai menjadi keruh dan tercemar.

Mencemari Lingkungan Bisa Didenda Rp 3 Miliar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili membakar peralatan PETI saat turun langsung melakukan razia bersama tim gabungan Satpol PP, TNI dan Polri, di Dusun Karangan, Desa Madak, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, Kamis (5/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Maraknya PETI di perhuluan Sungai Sambas membuat air sungai menjadi keruh dan tercemar.

Suara-suara keluhan dari warga masyarakat Sambas, tak hanya disampaikan melalui spanduk-spanduk, namun juga disampaikan secara langsung kepada media cetak dan elektronik, serta media sosial.

Warga masyarakat, mengeluhkan tercemarnya air sungai, selain keruh juga menimbulkan penyakit kulit.

Ini dikarenakan Sungai Sambas merupakan aliran sungai yang masih dimanfaatkan airnya oleh masyarakat untuk mandi dan mencuci.

(Baca: BREAKING NEWS - Bawa Kapak hingga Bakar Peralatan Tambang, Lihat Aksi Bupati Atbah )

Bupati Sambas merespon keresahan warga masyarakat Sambas. Pada Kamis (28/9/2017) lalu, bersama Wakil Bupati Sambas, Hairiah, serta dinas dan stakeholder terkait, dideklarasikan Selamatkan Sungai Kitte dari Pencemaran Lingkungan.

Saat deklarasi tersebut, Atbah mengancam para pelaku pencemaran sungai dengan Perda Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah dan Undang-undang (UU) No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

(Baca: Geram! Imbauannya Tak Diindahkan, Bupati Sambas Bakar Peralatan Tambang di Lokasi Ini )

"Pasal 60 UU PPLH, setiap orang dilarang melakukan dumping (pembuangan) limbah dan atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin. Pasal 104 UU PPLH, setiap orang yang melakukan dumping limbah dan atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp 3 miliar," tegas Atbah saat deklarasi itu.

(Baca: Pendistribusian Resi Gudang di Kalbar Belum Maksimal, Ini Persoalannya )

Namun imbauan Bupati Sambas agar tak mencemari lingkungan, masih juga tak diindahkan para pelaku PETI di perhuluan Sungai Sambas.

Beberapa hari terakhir, air Sungai Sambas justru semakin terlihat lebih keruh dibandingkan sebelum deklarasi tersebut.

Warga masyarakat terus menyuarakan keresahannya. Hingga akhirnya Bupati Sambas dan tim gabungan turun ke lokasi pertambangan ilegal tersebut.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help