TribunPontianak/

Jelang Pilgub 2018, Polres Tatap Muka Dengan Tokoh Agama dan Masyarakat

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Imam Riyadi SIK, MH menyatakan, menjelang Pilkada dan Presiden situasi politik secara nasional dan lokal (kalbar) meningkat

Jelang Pilgub 2018, Polres Tatap Muka Dengan Tokoh Agama dan Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Kapolres Kapuas Hulu AKBP Imam Riyadi SIK MH saat memberikan kata sambutan tatap muka dengan Forkopimda, Kepala Dinas, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat, di Mapolres Kapuas Hulu, Kamis (28/9/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalbar tahun 2018, Kapolres Kapuas Hulu AKBP Imam Riyadi SIK MH mengelar tatap muka dengan Forkopimda, Kepala Dinas, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat, di Mapolres Kapuas Hulu, Kamis (28/9/2017) pukul 14.30 WIB.

Acara tersebut dihadiri Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir, Dandim 1206 Putussibau Letkol Inf Muhammad Ibnu Subroto, Kepala Kementerian Agama Kapuas Hulu H M Kusyairi Husman, dan para undangan lainnya.

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Imam Riyadi SIK, MH menyatakan, menjelang Pilkada dan Presiden situasi politik secara nasional dan lokal (kalbar) sedikit meningkat.

Maka perlu dilakukan antisipasi keamanan.

(Baca: Sistem Penertiban Paspor Cegah Tindak Pidana Perdagangan Orang )

"Sekarang banyak isu-isu berita hoaks, banyak terungkap di akun-akun yang mengadu domba masyarakat. Ini semua dampak teknologi yang begitu cepat, sehingga sangat menggangu keamanan," ucapnya.

Pada hal kata Kapolres, teknologi digunakan untuk mempermudahkan manusia, tapi banyak digunakan hal-hal yang negatif, seprti mengadu domba antar masyarakat atau suku itu sendiri.

"Kita tahu bersama kebebasan mengeluarkan pendapat juga menggangu kondisi keamanan," ujarnya.

Apa lagi jelas Imam, Kalbar akan mengelar Pilgub, dimana Timses sudah menghitung-hitung suku untuk memenangkan kandidat, pada hal pengelompokan itu sangat membahayakan masyarakat.

"Jadi kita harus bisa memberikan pendidikan politik yang berkualitas, dalam mensukseskan pilkada, dan kondusif, dalam arti tidak ada intemidasi," ucapnya.

Sebab tambahnya, kalau sudah terjadi dampak negatif sangat susah menstabilkan kembali, karena harus membutuhkan energi dan dana yang besar.

"Maka dari itu saya harap ada kerjasama yang baik semua pihak, untuk selalu menjaga kamtibmas di Kapuas Hulu," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help