TribunPontianak/

Pengusaha Cantik Kalbar Ini Akui Miris Adanya Situs Nikah Siri. Wanita Seperti Komoditas!

Ia menilai sama seperti situs ayopoligami, kemunculan situs nikahsirri ini sengaja dibuat dengan motif menambah jumlah pasangan hidup...

Pengusaha Cantik Kalbar Ini Akui Miris Adanya Situs Nikah Siri. Wanita Seperti Komoditas!
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Tokoh Perempuan dan Pengusaha muda Kalbar, Denia Yuniarti Abdussamad 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Situs Nikah Siri yang heboh beberapa bulan terakhir menuai berbagai komentar dari berbagai kalangan tak terkecuali Denia Yuniarti Abdussamad yang merupakan tokoh perempuan dan pengusaha muda Kalbar.

Ia menilai sama seperti situs ayopoligami, kemunculan situs nikahsirri ini sengaja dibuat dengan motif menambah jumlah pasangan hidup dan memfasilitasi pernikahan siri, membuka jalan perempuan untuk melelang keperawanannya.

"Persamaan keduanya adalah menggunakan narasi agama untuk meningkatkan nilai jualnya. Pernikahan oleh pelaku yang membuat situs tersebut menjadi terlihat transaksional, Perempuan memberikan tubuhnya, dan lelaki membayarnya dengan materi dan rasa aman, "ujar Denia pada Senin (25/9/2017).

(Baca: Penyaluran Kredit di Kalbar Rp65,86 Triliun, Berapa Yang Macet? )

Jika transaksi itu merugikan salah satu pihak kata Denia entah perempuannya sudah tak menarik minat atau lelaki tak mampu memberi nafkah yang cukup, maka pernikahan bisa bubar meski dengan alasan yang harus dibuat-buat.

"Sungguh, kehadiran kedua situs tersebut amat merendahkan institusi pernikahan yang sakral, "ujarnya.

Keduanya kata Denia sama-sama merendahkan wanita karena menempatkannya sebagai komoditas dagang dengan menggunakan plintiran dalil agama sebagai alat legitimasi.

"Saya menuntut kepada setiap lelaki yang ingin menikahi wanita untuk meluruskan niat karena ibadah, membentengi diri dari hawa nafsu, menempatkan wanita pada posisi yang terhormat. Tidak memandang wanita hanya sebagai objek pemuas syahwat, "ujarnya.

Ia mengatakan sebaiknya pasangan mendalami ilmu agama sebelum menikah.

"Begitupun para perempuan agar mengembangkan diri, menambah ilmu, berkarya mandiri agar pesona diri tidak ditempatkan hanya pada fisik tapi pada nilai kecantikan abadi yang menyatu dalam kecerdasan dan akhlak karena wanita adalah tiang negara, "ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help