Disdukcapil Masih Tunggu Belangko E-KTP

begitu berkas permohonan E-KTP sudah masuk ke loket dan asalkan blangko ada langsung kita cetak

Tayang:
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Jamadin
Ilustrasi
KTP 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kelangkaan blangko E-KTP masih menjadi permasalahan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Landak. Akibatnya proses pembuatan E-KTP menjadi terhambat.

Seperti yang disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Landak, Samuel, memang pada dasarnya dalam proses pembuatan E-KTP di Disdukcapil Landak seharusnya hanya lima sampai sepuluh menit sudah selesai.

"Sebenarnya, begitu berkas permohonan E-KTP sudah masuk ke loket dan asalkan blangko ada langsung kita cetak. Hanya kendalanya kadang-kadang kita kehabisan blangko. Akhirnya kita mengeluarkan Surat Keterangan (Suket)," ujar Samuel kepada wartawan belum lama ini.

(Baca: Pemgamat Desak Pemerintah Segera Siapkan Blanko SIM )

Diakuinya, untuk saat ini ketersediaan blangko E-KTP di Disdukcapil Landak sejak dua pekan lalu sudah habis. Untuk sementara, pemohon KTP menggunakan Suket. Pihaknya juga sudah menelpon pusat untuk meminta blangko E-KTP. Namun dari pusat, diminta untuk berkoordinasi ke Provinsi.

"Provinsi katanya masih mau koordinasi lagi ke pusat pada tanggal 25 September. Kita masih menunggu blangko tersebut. Informasi yang kita terima, katanya pertengahan atau akhir September ini blangko sudah ada. Tapi sampai saat ini kita belum dapat kejelasan," bebernya. 

Selain di Kabupaten, Disdukcapil Landak juga melakukan proses pembuatan E-KTP. Namun untuk di Kecamatan hanya sebatas perekaman saja. "Di Kecamatan ada juga beberapa kendala, karena ada beberapa Kecamatan yang alat perekamannya rusak," tambahnya.

Bahkan ada yang terbakar, dikarenakan listrik yang sering byarpet. Sumuel menegaskan, Disdukcapil Landak tetap melakukan perbaikan proses pembuatan dokumen kependudukan. "Kita tidak bisa mengatakan kalau saat ini pelayanan kita baik atau jelek, yang menilai masyarakat. Kita tetap melakukan inovasi," pungkasnya.

-- 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved