TribunPontianak/

Tiga Permasalahan Utama yang Dihadapi Kalbar Saat Ini

Jika ingin terselesaikan, masalah menurutnya pemerintah pusat dan daerah harus melihatnya dari sudut pandang yang sama.

Tiga Permasalahan Utama yang Dihadapi Kalbar Saat Ini
dok
Dekan FKIP Untan, Aswandi

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Pendidikan Universitas Tanjungpura, Aswandi mengatakan bahwa beberapa permasalahan utama yang dihadapi di Kalimantan Barat ini adalah infrastruktur, kebutuhan guru, dan peredaran obat terlarang.

Jika berbicara soal infrastruktur, ia menegaskan bahwa kerusakan tidak hanya terjadi di Kalimantan Barat.

Bahkan banyak daerah lainnya, tanpa terkecuali Pulau Jawa juga menghadapi hal yang sama.

"Soal infrastruktur adalah permasalahan nasional. Dari Sabang sapai laporan Merauke sama-sama sekolah rusak. Jadi Indonesia ini sebagian sekolah rusak," katanya Aswandi yang pernah menjabat sebagai Dekan FKIP Universitas Tanjungpura, Jumat (22/9/2017) sore.

(Baca: Kalbar Kekurangan 15 Ribu Guru, Kualitas Pendidikan Terancam )

Sementara itu, untuk kekurangan guru yang terjadi menurutnya disebabkan oleh persepsi yang berbeda antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam melihat kebutuhan guru. Hal inilah yang membuat permasalahan kekurangan guru tak kunjung tuntas.

"Berbeda daerah dengan pusat. Pemerintah daerah bilang guru kurang, pemerintah pusat bilang guru cukup. Itulah problemnya, selama persepsi tentang guru ini masih berbeda. Saya yakin tidak akan selesai masalahnya," jelasnya.

Jika ingin terselesaikan, masalah menurutnya pemerintah pusat dan daerah harus melihatnya dari sudut pandang yang sama.

Sebab tidak akan mungkin terselesaikan jika kedua belah pihak tidak bersama-sama mempunyai komitmen.

"Kalau satu melihat lain, satunya lagi lain tidak akan selesai masalah. Banyak dampak dari kekurangan guru, mutu yang pasti rusak, karena yang membuat mutu pendidikan kurang karena gurunya juga kurang. Bahkan bisa sampai tidak berkualifikasi atau tidak kompeten," katanya.

Kemudian permasalahan berikutnya ialah mengenai narkoba. Peredaran barang haram itu sudah semakin mengancam. Sebab target peredaran menyasar kepada anak-anak muda. Hal ini akan membawa dampak besar jika tidak segera ditanggulangi.

"Karena kalau sudah memakai narkoba maka akan sulit disembuhkan. Bahkan fenomena itu ada, saya dengar di satu daerah kabupaten yang ada di Kalimantan Barat, ada daerah yang narkoba merajelalela menyerang anak muda," jelasnya.

Oleh karena itu, menurutnya yang paling juga bisa dapat dilakukan ialah dengan memperhatikan kondisi psikologis anak-anak. Hal ini terkadang jarang terpikirkan. Namun pada dasarnya narkoba akan lebih mudah masuk kepada anak-anak yang secara psikologis terganggu.

Penulis: Wahidin
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help