TribunPontianak/

SMP Satap di Lemukutan Memprihatinkan, Ini Klarifikasi dari UPT Disdikbud Bengkayang

Dinas Pendidikan Bengkayang telah membangun dua ruang belajar, tetapi tidak dimanfaatkan untuk ruang belajar

SMP Satap di Lemukutan Memprihatinkan, Ini Klarifikasi dari UPT Disdikbud Bengkayang
Facebook/Dayat Suhandoko
Kondisi Gedung SMP Satap Pulau Lemukutan 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG  – Kepala UPT Disdikbud Sungai Raya Kepulauan, U Mauluddin menuturkan Pemkab Bengkayang melalui Disdikbud sudah membangun dua ruang belajar di Pulau Lemukutan namun enggan digunakan.

Hal tersebut menurutnya, karena faktor jarak ruangan kantor guru dan ruang belajar agak jauh.

Ia pun mengklarifikasi, bahwa sempat tertulis di Tribun Pontianak cetak  menyatakan 9 kelas ruang belajar yang rusak SMP Satap Pulau Lemukutan, karena yang sebenarnya adalah ruang belajar kelas 9 yang rusak.

(Baca: Ngeri! Gempa Berkekuatan 7,1 SR Runtuhkan Bangunan Bertingkat, Seperti Ini Kejadiannya )

"Dinas Pendidikan Bengkayang telah membangun dua ruang belajar, tetapi tidak dimanfaatkan untuk ruang belajar, alasannya jarak kantor guru dengan ruang belajar agak jauh," katanya, Jumat (22/09/2017).

Ia pun menilai komentar dari pengamat pendidikan Untan, Aswandi salah kaprah, karena pengawas telah melaksanakan tugas nya.

"Untuk Pak Aswandi, Bapak salah kaprah, pengawas telah melaksanakan tugasnya dalam proses belajar mengajar (lihat buku tamu pengawas)," tukasnya. 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help