TribunPontianak/

Anggota DPR RI Dapil Kalbar Desak Perbaiki Sekolah di Pulau Lemukutan

Ia mengatakan, seharusnya untuk sekolah yang bangunannya sudah tidak layak harus segera dapat diperbaiki.

Anggota DPR RI Dapil Kalbar Desak Perbaiki Sekolah di Pulau Lemukutan
TRIBUN/HDI
Katherine Angela Oendoen 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Kondisi SMP Satap di Pulau Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Bengkayang yang memprihatinkan mendapat respon Anggota DPR RI Dapil Kalbar, Katherine Angela Oendoen.

Ia mengatakan, seharusnya untuk sekolah yang bangunannya sudah tidak layak harus segera dapat diperbaiki.

"Sangat disayangkan kalau tiba-tiba saat proses belajar mengajar terjadi kecelakaan akibat kondisi bangunan sekolah yang tidak layak yang dapat membahayakan anak-anak sekolah," katanya kepada tribunpontianak.co.id, Jumat (22/9/2017).

Politisi Partai Gerindra ini berharap pihak pihak terkait dapat mengambil langkah darurat untuk mengatasinya.

Antara lain dengan menempatkan guru tetap atau guru honor, serta membantu proses percepatan tindakan perbaikan SMP Satap di Pulau Lemukutan.

Ia mengaku mendapatkan informasi bahwa ternyata sekolah ini sudah menjadi perhatian dari Pemkab Bengkayang dan khususnya Kadis Pendidikan Bengkayang yang juga telah meneruskannya ke Kemendikbud.

Katherine mengapresiasi respon Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot dan Ka. UPT Disdikbud Sungai Raya Kepulauan, U. Mauluddin yang menuturkan sekolah di Pulau Lemukutan Bengkayang sudah diverifikasi.

"Tentang SMP Satap itu numpang di SDN 06 Pulau Lemukutan dan Kepala sekolah nya sama dengan SDN 06 Pulau Lemukutan," ucapnya.

Katherine mengatakan, sekolah tersebut sudah diverifikasi oleh Fakultas Teknik Untan dan ditugaskan untuk direhab pada bulan Mei lalu, namun sampai sekarang memang belum ada info lanjutan dari Kemendikbud.

Begitu pula halnya dengan anggota DPRD Bengkayang dan anggota DPRD Kalbar Dapil Singkawang-Bengkayang. Menurutnya, harus segera berkoordinasi dan bekerjasama mengatasi masalah ini.

"Harapannya adanya tambahan tenaga pendidik di daerah setempat yang dapat diangkat menjadi tenaga didik honorer dengan gaji yang pantas," harapnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Steven Greatness
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help