TribunPontianak/

Karutan Landak Tak Tolerir Sipir Terlibat Narkoba

Kita komitmen untuk tidak terlibat narkoba. Sehingga selalu memberikan arahan kepada para petugas, jangan sampai terlibat narkoba.

Karutan Landak Tak Tolerir Sipir Terlibat Narkoba
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ALFONS PARDOSI
Kepala Rutan Landak, Suherdi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Landak Suherdi menerangkan, untuk mencegah agar tidak adanya keterlibatan Petugas Rutan (Sipir) terhadap narkoba. Ia selalu memberikan arahan kepada bawahannnya.

"Kita komitmen untuk tidak terlibat narkoba. Sehingga selalu memberikan arahan kepada para petugas, jangan sampai terlibat narkoba. Baik ketika bertugas mau pun di luar saat lepas piket," ujarnya kepada Tribun pada Seninn(18/9/2017).

Disamping itu, selain kepada sipir, masalah larangan terlibat narkoba juga disampaikan kepada warga binaan.

"Kami juga tegaskan kepada warga binaan kita yang kasus narkoba, tidak ada yang bisa berlindung," jelasnya.

(Baca: Pemilik Narkoba 2 Kilogram Ada di Lapas Pontianak, Ini Identitasnya )

Diakui Suherdi, beberapa waktu lalu juga sudah mendapat sosialisasi dari Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham) agar tidak terlibat narkoba.

"Kemarin juga kita ada dapat sosialisasi dari Direktur Kemenkumham ketika di Pontianak terkait dengan barang haram tersebut," bebernya.

Maka dari itu, kepada warga binaan yang dicurigai juga ada dilakukan tes urin namun hasilnya negatif. "Jadi bagi yang kita curigai, kita langsung lakukan tes urin," tambahnya.

Kemudian Suherdi menyampaikan, dari 18 sipir yang bertugas di Rutan Landak diharapkan tidak ada yang terlibat narkoba. "Mudah-mudahan tidak ada yang terlibat, kita sangat mengantisipas hal itu terjadi. Baik ketika bertugas di dalam untuk memfasilitasi," pintanya.

Dengan demikian di dalam selalu steril untuk tidak ada narkoba, jika ada akan di segera dilaporkan. "Kalau ada sipir yang terlibat narkoba, akan kita tindak tegas dan lapor ke pihak yang berwajib. Intinya kita tidak akan tolerir kalau ada yang terlibat," tegasnya.

Penulis: Alfons Pardosi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help