TribunPontianak/

Rektor IAIN Pontianak Tersangka Korupsi, Kenapa Berkasnya Belum Dilimpahkan ke Pengadilan?

Rektor IAIN Pontianak Tersangka Korupsi Mebeler, Kenapa Berkas Belum Dilimpahkan ke Pengadilan?

Rektor IAIN Pontianak Tersangka Korupsi, Kenapa Berkasnya Belum Dilimpahkan ke Pengadilan?
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Tersangka kasus korupsi meubeler di rumah susun mahasiswa (Rusunawa) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Hamka Siregar digiring petugas usai diperiksa di Mapolresta Pontianak, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (9/11/2016) sekitar pukul 17.00 WIB. Rektor IAIN ini memenuhi pemanggilan kedua, dan diperiksa sejak pukul 11.00 di aula Sat Reskrim Polresta Pontianak. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Solidaritas Aktivis Peduli Keadilan (SAPK) Kalimantan Barat mencermati dan mengawal proses penuntasan kasus korupsi mebeler di IAIN Pontianak yang berjalan sangat lambat.

Kesan penanganan yang lambat tersebut terlihat lagi dari ketidakjelasan pelimpahan berkas Rektor IAIN ke Pengadilan Negeri Pontianak oleh Kejaksaan Negeri.

Padahal dalam UU No 30 Tahun 2002 dinyatakan bahwa berkas perkara yang sudah diterima Penuntut Umum dari Penyidik, paling lambat 14 hari kerja Penuntut Umum wajib menyerahkannya ke Pengadilan Negeri.

(Baca: Banjir Genangi Badan Jalan, Warga Terpaksa Pikul Motor )

Kemudian Pengadilan Negeri wajib menerima pelimpahan perkara tersebut untuk diperiksa dan diputus.

Koordinator SAPK Kalbar, Muhammad Tapyin mengatakan sampai hari ini tentu sudah lewat dari 14 hari kerja sejak diadakannya pelimpahan dari Penyidik Kepolisian ke pihak Kejaksaan Negeri Pontianak.

"Kejaksaan semestinya menunjukan kinerja serius penuntasan pidana korupsi, sebab ini menciderai kelembagaan jika dilakukan dengan main-main alias tebang pilih," katanya kepada Tribun Pontianak, Minggu (17/9/2017) sore.

(Baca: 1 Muharram, Ribuan Umat Dari Lintas Ormas di Kayong Utara Siap Galang Dana Bagi Muslim Rohingya )

Lambatnya penuntasan kasus IAIN ini sudah bertahun-tahun, padahal masyarakat memperhatikan dengan seksama bagaimana penuntasan kasus tersebut dilakukan.

Halaman
12
Penulis: Wahidin
Editor: nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help