TribunPontianak/

Polda Kalbar Sudah Miliki Teknologi Identifikasi Sidik Jari Canggih

Pusinafis Bareskrim Polri selalu melakukan terobosan kreatif dengan mencari ilmu agar personel atau anggota inafis di jajaran Kepolisian RI...

Polda Kalbar Sudah Miliki Teknologi Identifikasi Sidik Jari Canggih
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Kasi Iden Ditreskrimum Polda Kalbar, Kompol Syarifudin 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Kasi Iden Ditreskrimum Polda Kalbar, Kompol Syarifudin bahwa perkembangan identifikasi sidik jari di jajaran Kepolisian Republik Indonesia selalu berkembang sesuai dengan perkembangan dunia.

"Globalisasi di dunia ini membuat kita dituntut untuk selalu berkembang. Sehingga kita bukan mengikuti perkembangan tetapi kita selalu setara dengan perkembangan itu," katanya kepada Tribun Pontianak, Kamis (14/9/2017) siang.

Oleh karena itu, Pusinafis Bareskrim Polri selalu melakukan terobosan kreatif dengan mencari ilmu agar personel atau anggota inafis di jajaran Kepolisian Republik Indonesia bisa dengan mudah melakukan pengungkapan suatu tindak pidana.

(Baca: KONI Harap Pemerintah Perbaiki GOR Pangsuma )

Sedangkan untuk Identifikasi Ditreskrimum Polda Kalbar beserta jajaran Polres sudah mempunyai alat atau teknologi yang diberikan oleh Pusinafis Bareskrim Polri untuk mengungkapkan berbagai kasus tindak pidana terkait identifikasi sidik jari.

"Terutama seperti alat Mambis dan Henhel yang untuk mengetahui siapa korban ataupun orang yang melakukan tindak pidana. Tentu dengan kita searching yang ada di kita dan di Pusinafis," jelasnya.

Satu di antara kasus besar yang pernah diungkap melalui identifikasi sidik jari ialah pembunuhan terhadap seorang wanita yang mayatnya dibuang ke Tayan pada Tahun 2016 lalu.

Melalui sidik jari korban, kasus tersebut segera terungkap.

"Kurang dari 24 jam kita sudah dapat menemukan pelaku. Sebab mulai dari sidik jari korban kita identifikasi dan kebetulan korban juga sudah menggunakan KTP elektronik. Dari situ kita ketahui siapa orang terdekat korban," pungkasnya. 

Penulis: Wahidin
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help