TribunPontianak/

Dinas Perkim Sintang Imbau Pemilik Bangunan Tak Tutup Drainase

Bagi masyarakat, terutama dunia usaha. Kami minta dibuat perhitung agar air hujan yang jatuh bisa masuk drainase.

Dinas Perkim Sintang Imbau Pemilik Bangunan Tak Tutup Drainase
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sintang Zulkarnain saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Kamis (14/9/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sintang Zulkarnain mengimbau pemilik bangunan tempat tinggal atau bangunan usaha tidak tutup saluran drainase yang berada di depan bangunan miliknya.

“Bagi masyarakat, terutama dunia usaha. Kami minta dibuat perhitung agar air hujan yang jatuh bisa masuk drainase. Sehingga air terserap baik dan mengalir dengan lancar,” imbaunya saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Kamis (14/9/2017) siang.

Zul sapaan akrabnya tidak menampik masih banyak ditemui bangunan-bangunan usaha yang menutup saluran drainase yang sebelumnya sudah dibuat oleh pemerintah di sepanjang jalan.

“Tidak boleh ditutup. Kalau ditutup akibatnya air hujan tidak bisa masuk ke drainase, serta bisa terakumulasi menjadi banjir. Ketika ada sumbatan, kalau sudah ditutup kan sangat sulit untuk dibersihkan,” terangnya.

(Baca: Kerap Banjir Kala Hujan Deras, Dinas Perkim Sintang Identifikasi 17 Titik Saluran Drainase )

Kendati demikian, Zul tidak melarang masyarakat lakukan pembangunan sepanjang tidak hilangkan fungsi drainase yang ada di depan bangunannya. Ia menyadari diperlukan instrumen sebagai payung hukum agar pemilik bangunan patuh.

“Sebenarnya kami sudah rapat dengan pihak Satpol PP Sintang terkait Peraturan Daerah Ketertiban Umum untuk hal ini. Ini yang akan kami pertajam,” jelasnya.

Keberadaan Perda khusus drainase di depan kawasan pertokoan atau dunia usaha bisa menjadi dasar ketika pemilik bangunan membandel.

“Jadi kalau melanggar ada sanksinya. Saya pernah lihat di Kota Singkawang. Ketika drainase di tutup oleh pemilik bangunan, maka disegel. Ternyata itu berjalan dan terbukti, Singkawang bisa bersih,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi-instansi yang menggunakan jalur-jalur drainase.

“Kami akan mensikronisasikan dengan Telkom dan PDAM agar ketika mereka lakukan penggalian tidak menghambat dan merusak saluran drainase,” tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help