TribunPontianak/

Citizen Reporter

BKMI dan KBMB Untan kaji Isu Rohingya, Ini Pernyataan Sikapnya

Kepala BKMI Untan, Baskara Zhafran Ramadhan mengungkapkan, akhir-akhir ini dunia dikejutkan dengan isu kejahatan kemanusiaan terhadap muslim Rohingya

BKMI dan KBMB Untan kaji Isu Rohingya, Ini Pernyataan Sikapnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Kepala BKMI Untan, Baskara Zhafran Ramadhan dan Ketua KBMB Untan, Haven Edric usai menyampaikan pernyataan sikap tentang kejahatan kemanusiaan terhadap muslim Rohingya yang terjadi di Myanmar, di ruang Video Conference Fakultas Hukum Untan, Selasa (12/9/2017). 

Citizen Reporter

Kepala BKMI Untan

Baskara Zhafran Ramadhan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - UKM Badan Kerohanian Mahasiswa Islam (BKMI) Universitas Tanjungpura (Untan) bersama UKM Keluarga Besar Mahasiswa Buddhis (KBMB) Untan menggelar kajian isu terkait kejahatan kemanusiaan terhadap muslim Rohingya yang terjadi di Myanmar, di ruang Video Conference Fakultas Hukum Untan, Selasa (12/9/2017) sekitar 14.00 WIB.

Kegiatan ini menghadirkan aktivis dan relawan aksi kemanusiaan, Muhammad Taufani sebagai pembicara dan dihadiri oleh pengurus BKMI dan KBMB Untan.

Kepala BKMI Untan, Baskara Zhafran Ramadhan mengungkapkan, akhir-akhir ini dunia dikejutkan dengan isu kejahatan kemanusiaan terhadap muslim Rohingya yang hak asasi mereka direbut oleh penguasa negara Myanmar.

Terutama di Indonesia, isu ini menjadi hal penting dibicarakan oleh masyarakat Indonesia, mengingat Indonesia merupakan negara hukum dan mengecam segala bentuk penjajahan sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan Undang-undang Dasar1945.

"Sejak tanggal 26 agustus 2017 masyarakat dunia kembali menyaksikan konflik kemanusiaan yang sangat mengiris hati nurani kita semua. Masyarakat Rohingya pada akhir Agustus 2017 menjadi korban kekerasan bersenjata dari tentara Myanmar. Ratusan orang tewas dan ribuan lainnya melarikan diri ke negara lain untuk mencari perlindungan," ungkapnya, Rabu (13/9/2017).

Lanjutnya, mengingat kembali akan cita-cita negara Indonesia, yakni “Maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan”.

Maka BKMI Untan menyampaikan pernyataan sikap.

Halaman
123
Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help