TribunPontianak/

Guru SMP Tewas Dikeroyok

Amankan 4 Tersangka Pengeroyokan, Safrudin: Kemungkinan Bertambah 

Motifnya sementara dapat terima dari penyidik Polresta bahwa para tersangka akan mengambil mobil rentalan yang disewa oleh korban.

Amankan 4 Tersangka Pengeroyokan, Safrudin: Kemungkinan Bertambah 
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / WAHIDIN
Direktur Reskrimum Polda Kalbar, Kombes Pol Asep Safrudin 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Polisi telah mengamankan empat tersangka dari kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang mengakibatkan Adrianus Amit meninggal dunia.

"Sementara untuk tersangka yang sudah kita tetapkan ada empat tersangka," kata Direktur Reskrimum Polda Kalbar, Kombes Pol Asep Safrudin, Kamis (14/9/2017) siang. 

Dikatakannya bahwa saat ini Penyidik dari Dit Reskrimum akan terus mendalami apakah akan bertambah tersangka baru dalam kasus pengeroyokan tersebut. 

(Baca: Kasus Pengeroyokan Adrianus Dilimpahkan ke Dit Reskrimum Polada Kalbar, Ini Perkembangannya )

"Tergantung daripada hasil penyidikan dan pemeriksaan terhadap saksi maupun petunjuk-petunjuk nanti termasuk kita akan otopsi sehingga memperjelas apa, siapa, dan berperan apa," terangnya. 

Motifnya sementara dapat terima dari penyidik Polresta bahwa para tersangka akan mengambil mobil rentalan yang disewa oleh korban.

"Inisial tersangka belum saya cek. Keempat tersangka mengakui melakukan pemukulan terhadap korban sehingga sampai pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Kita sedang pendalaman, yang jelas informasi awal kalau mereka adalah pemilik rental," katanya. 

(Baca: Kepolisian Jepang Beri Pelatihan Teknik Identifikasi ke Jajaran Polda Kalbar, Ini Yang Diajarkan )

Asep menegaskkan siapapun yang terlibat dalam kasus ini pihaknya akan normatif dan profesional dalam menanganinya.

Tentunya terhadap tersangka akan dilakukan penegakan hukum yang seadil-adilnya. 

"Masih ada kemungkinan tersangka akan bertambah lagi. Dari tersangka yang sudah diamankan kitab kenakan Pasal 170 dan 351 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,"pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help