TribunPontianak/

Tingginya Potensi Stunting di Kubu Raya, Petugas Door To Door Lakukan Pendataan

Bentuknya, dari pemeriksaan kesehatan merata kepada masyarakat secara langsung. Baik dari petugas kesehatan maupun dari kader, door to door.

Tingginya Potensi Stunting di Kubu Raya, Petugas Door To Door Lakukan Pendataan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MADROSID
Kegiatan IMA membahas apa yang suda dicapai dan evaluasi terhadap program IMA Wordl Health guna merangkul semua pihak memperhatikan potenai stunting di kalbar sekama dua hri 12-13 Sepetember 2017 di Hotel Golden Tulip, Selasa (12/9). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Ni Ketut Surtini mengatakan terkait potensi stunting di daerah Kubu Raya, Dinas Kesehatan telah melakukan upaya pencegahan.

Bentuknya, dari pemeriksaan kesehatan merata kepada masyarakat secara langsung.

Baik dari petugas kesehatan maupun dari kader, door to door.

"Kita melakukan pemeriksaan kesehatan secara langsung dengan kunjungan ke rumah-rumah masyarakat. Setiap kader 10 rumah," kata Kabid, Rabu (13/9/2017).

(Baca: Cegah Stunting, Sejumlah Kabupaten di Kalbar Ini Jadi Sorotan IMA World Health )

Menurutnya dengan upaya itu, akan banyak masyarakat bisa terpantau terkait status kesehatannya.

Sebab, kondisi stunting pada anak itu, harus dilakukan sejak awal.

Mulai dari 1000 hari perkembangan janin dalam perut ibu.

"Jumlah potensi stanting di Kubu Raya berdasarkan pemeriksaan gisi tahun 2016 cukup tinggi. Mencapai 24,1 persen, sehingga perlu penanganan serius dri semua pihak," ungkapnya.

Dinas Kesehatan sendiri, hanya berupaya melakukan pencegahan.

Namun, perlu adanya dukungan dari sejumlah pihak, utamanya dari masyarakat itu sendiri.

"Dari kita hanya melakukan pendataan saja dengan melakukan pemeriksaan status kesehatannya. Sementara yang lainnya adalah pemenuhan gizi, kesadaran masyarakat akan stanting serta adanya ketahanan pangan dari pihak terkait," pungkasnya. 

Penulis: Madrosid
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help