TribunPontianak/

Terkena Dampak Banjir, 8 Hektare Sawah di Landak Gagal Panen

"Untuk yang terkena banjir itu ada sekitar 190an hektare, ada di Sompak, Senakin, Sebangki. Untuk yang gagal panennya hanya 8 hektare,"ujarnya

Terkena Dampak Banjir, 8 Hektare Sawah di Landak Gagal Panen
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ALFON PARDOSI
Kepala Dinas Pertanian, Perternakan, dan Ketahanan Pangan Landak, Vinsensius 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kepala Dinas Pertanian, Perternakan, dan Katahanan Pangan Landak, Vinsensius menerangkan, memang ada sejumlah daerah di Kabupaten Landak yang sawahnya terkena banjir beberapa waktu yang lalu.

"Untuk yang terkena banjir itu ada sekitar 190an hektare, ada di Sompak, Senakin, Sebangki. Untuk yang gagal panennya hanya 8 hektare, karena kebanyakan banjir kiriman yang hanya sesaat saja dan beberapa jam," ujarnya kepada wartawan pada Rabu (13/9/2017).

Dijelaskan Vinsen, gagal panen yang dimaksud itu pun bukan semata-mata gagal total.

(Baca: Ternyata Mayat Yang Ditemukan di Sungai Landak Yaitu Warga Desa Munguk )

"Karena masih bisa digunakan hasil panennya itu, melalui prosesing tambahan yaitu dengan dijemur lagi sehingga bisa dikonsumsi," katanya.

Selain itu, pihaknya juga tetap mendroping bantuan beras untuk wilayah-wilayah yang banjir di atas tiga hari."Seperti di Kecamatan Meranti dan Kecamatan Menyuke. Jadi kita dropping bantuan beras sesuai dengan arahan ibu Bupati," ungkapnya.

Mengenai sawah yang biasa terkena banjir, Vinsen menjelaskan sawah tersebut masih tetap bisa digunakan.

Karena curah hujan yang datang kemarin di Kabupaten Landak memang sudah luar biasa dan di luar dari biasa.

"Kalau masih normal seperti tahun-tahun kemarin, itu sebenarnya tidak masalah. Sehingga antisipasi ke depan, untuk saluran-saluran pembuangan air ini mungkin perlu di normalisasi kembali. Mungkin sudah banyak yang sudah sumbat," jelasnya.

Dengan demikian saluran-saluran itu bisa perbesar dan diperpanjang.

"Jadi bukan hanya jalan saja yang dibuat besar dan panjang, saluran air untuk irigasi sawah juga kita buat besar dan panjang," tambahnya.

Sedangkan beras yang sudah dibagikan kepada masyarakat sebanyak 2 ton.

"Itu untuk bantuan darurat, dengan bantuan beras intan. Sekarang kita menyiapkan lagi, khawatir ada darurat. Beras cadangan kita tahun 2016 kan tidak terpakai 18 ton, jadi itu yang kita pakai," tutupnya 

Penulis: Alfons Pardosi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help