TribunPontianak/

Sekda Belum Dapatkan Angka Riil Terkait Kenaikan Tunjangan Dewan

Memang bertolak belakang jika di satu sisi gaji dan tunjangan dewan naik sementara Pemerintah Pusat akan merasionalisasi keuangan negara.

Sekda Belum Dapatkan Angka Riil Terkait Kenaikan Tunjangan Dewan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Sekda Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Barat, M Zeet Hamdy Assovie menyampaikan bahwa saat ini pihaknya belum mengetahui secara rinci terkait kenaikan gaji dan tunjangan pimpinan dan anggota DPRD Kalimantan Barat.

"Saya belum hitung. Beri saya waktu beberapa hari. Nanti setelah saya dapatkan angka riil akan saya sampaikan. Tapi dari kenaikan itu sekitar 50 persen dari yang normal," katanya saat ditemui Tribun Pontianak usai menghadiri rapat Paripurna di Gedung DPRD Kalbar, Rabu (13/9/2017) siang.

Memang bertolak belakang jika di satu sisi gaji dan tunjangan dewan naik sementara Pemerintah Pusat akan merasionalisasi keuangan negara.

(Baca: Dewan Nilai Kenaikan Tunjangan Sebagai Sesuatu yang Wajar )

Namun karena ini perintah dari PP, maka amanat tersebut harus dijalankan.

"Inikan memang keputusan politik. Jadi kepentingan politik ini, tentu ada sesuatu yang memang bisa kita ketahui. Kita sebagai birokrat tentu berpikir positif. Bahwa kalau negara mengambil keputusan sepeti itu, asumsi kita uangnya ada," tambahnya.

Menurutnya semua itu semestinya akan terjawab di akhir tahun, ketika ada evaluasi anggaran yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan.

Selain itu, Sekda memastikan, kenaikan ini tidak akan berdampak dikorbankannya pos pengalokasian anggaran lain.

"Tidak ada anggaran yang dikorbankan karena semua itu kewenangan harus dibagi, kalau tidak, tidak berfungsi lagi OPD. Cuma berkurang, ada pengurangan pemakaian keuangan di SKPD," pungkasnya. 

Penulis: Wahidin
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help