TribunPontianak/

Ruang Udara Masih Dikuasai Singapura, Watimpres Kumpulkan Data di Lanud Supadio

Selama tiga hari berada di Lanud dalam rangka mencari informasi dan data, terkait pengambil alihan Realingment FIR yangdioperasikan pihak Singapura

Ruang Udara Masih Dikuasai Singapura, Watimpres Kumpulkan Data di Lanud Supadio
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Danlanud Supadio Marsma TNI Minggit Tribowo bersama pimpinan Tim Kajian Watimpres saat kunjungan ke Lanud Supadio, Selasa (12/9/2017). Kunjungan Tim Kajiam Watimpres dakam rangka mencari data da informasi guna mengambil alih realignment Flight Information Region (FIR) dari pihak Singapura. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Tim Kajian Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia, telah tiba di Lanud Supadio sejak Senin (9/9/2017).

Selama tiga hari berada di Lanud dalam rangka mencari informasi dan data, terkait pengambil alihan Realingment Flight Information Region (FIR) atau ruang udara yang masih dioperasikan pihak Singapura.

Ketua tim kajian Wantimpres RI, menuturkan kedatangan tim Wantimpres RI di Lanud Supadio bertujuan untuk mencari dan menghimpun data serta informasi terkait realignment FIR di atas kepulauan Riau dan Natuna.

Pihaknya telah bertemu dengan sejumlah pihak, AirNav Basarnas dan BMKG serta Lanud Supadio selaku tuang rumah. Terkait pengumpulan data.

(Baca: Terkena Dampak Banjir, 8 Hektare Sawah di Landak Gagal Panen )

"Rangkaian kunjungan yang kita lalukan ini guna mengoptimalisasi kesiapan pengambilan FIR yang selama ini dioperasionalkan oleh negara Singapura," kata  Pimpinan Tim Kajian Watimpres RI, Marsekal Muda TNI A. Dwi Putranto, Rabu (13/9/2017) sebelum kembali ke Jakarta.

Adapun data atau informasi yang akan dihimpun oleh tim kajian ini di antaranya adalah peran, tugas dan tanggung jawab dari masing-masing kementrian yang terkait dengan Realignment FIR, baik sarana prasarana, tugas, fungsi dan tanggung jawab setiap satuan yang berada di bawah kementrian terkait tersebut.

Selain itu juga dibutuh kesiapan Badan SAR Nasional (Basarnas) dan ketersedian informasi yang berhubungan dengan cuaca dalam hal ini adalah Badan Meteorologi, Krimatologi dan Geofisika (BMKG)

“Pencarian dan penghimpunan data ini sudah dimulai sejak Mei, dan akan dilaporkan ke Presiden pada akhir Oktober, dalam bentuk tulisan. Bahan ini akan jadi pertimbangan Presiden untuk menentukan sikap,”ujarnya.

Pengumpulan dan penghimpunan data-data tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi dan stakeholder, agar persiapan sarana serta prasana pengoperasian FIR bisa segera diwujudkan.

Proses dari rencana terhadap Realignment FIR pandangan tim kajian bukan perkara mudah.

"Ini bukan pekerjaan mudah mengambil alih pengoperasian FIR. Kita harus siapkan berbagai hal, karena masalah FIR dipantau langsung oleh ICAO, sebagai lembaga internasional yang berwenang mengawasi tata laksana operasional udara,” tuturnya. 

Penulis: Madrosid
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help