TribunPontianak/

Pemkab Kapuas Hulu Dapat Bantuan Rp 6,1 Miliar, Ini Peruntukannya

Nasharudin mengatakan, berbagai upaya telah disiapkan dan dilakukan Pemkab Kapuas Hulu dalam upaya mewujudkan masyarakat sehat...

Pemkab Kapuas Hulu Dapat Bantuan Rp 6,1  Miliar, Ini Peruntukannya
ISTIMEWA
Generasi Sehat Cerdas

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUASHULU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu tahun 2017 ini mendapatkan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dari APBN sebesar Rp 6,1 miliar untuk lokasi program Generasi Sehat dan Cerdas (GSC).

"Semua bersumber dari dana APBN hibah luar negeri yang dialokasikan untuk tujuh kecamatan. Yakni, Kecamatan Putussibau Selatan, Bunut Hulu, Boyan Tanjung, Jongkong, Selimbau, Silat Hulu dan Embaloh Hulu,” kata Nasharudin Kabid Kelembangaan Sosial Ekonomi Desa di Dinas Pemberdayaan Masyrakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kapuas Hulu, Rabu (13/9/2017).

Nasharudin mengatakan, berbagai upaya telah disiapkan dan dilakukan Pemkab Kapuas Hulu dalam upaya mewujudkan masyarakat sehat, cerdas dan terbuka dengan tersedianya berbagai askes.

(Baca: Curi Helm, Tiga Remaja di Ketapang Nyaris Dihakimi Massa )

Itu bersinergi pula dengan program pemerintah pusat, yaitu GSC.

"Program GSC bertujuan jelas, yaitu pendidikan dasar untuk semua, menurunnya kematian anak dan meningkatnya kesehatan ibu."ujarnya.

Nasharudin menjelaskan, perwujudan dari tujuan tersebut akan diukur melalui pencapaian terhadap beberapa indikator.

Antara lain, pemberian makanan tambahan bayi, balita dan ibu menyusui.

Kemudian, bantuan melahirkan bagi keluarga miskin, bantuan untuk bayi dan balitia gizi buruk, transportasi guru tidak tetap, transportasi bidan dan kader kesehatan, pengadaan sarana perlengkapan dan seragam siswa.

“Untuk itu dengan dukungan semua pihak, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan,” katanya.

Plt DPMPD Kapuas Hulu, Abdullah Usman mengungkapkan program GSC ini mulai sekarang dipersiapkan agar integrasi kedalam perencanaan pembangunan desa, sehingga menjadi salah satu program kegiatan yang wajib dilaksanakan di desa.

“Pelaksanaan GSC ini harus berkontribusi untuk menggerakkan dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesehatan ibu dan anak, pendidikan dasar dan menengah pertama termasuk aanak kebutuhan khusus serta PAUD disemua desa,” ujarnya.

Maka dari itu, fokus kegiatan GSC ini menempatkan desa sebagai pusat kegiatan dan musyawarah desa sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi di desa dengan tetap melibatkan partisipasi masyarakat.

Meningkatkan peran aparat desa, BPD dan kelembagaan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan GSC sebagai bagian dari dukungan pengarustamaan pelayanan sosial dasar dalam pembangunan desa. 

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help