TribunPontianak/

Pekan Ini, Sintang Berpotensi Diguyur Hujan Sedang hingga Lebat

Hujan intensitas sedang dan lebat diprediksi mengguyur wilayah Kabupaten Sintang pada pekan kedua September 2017.

Pekan Ini, Sintang Berpotensi Diguyur Hujan Sedang hingga Lebat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Prakirawan Stasiun BMKG Kelas III Susilo Sintang, Bhilda Maulida menjelaskan prediksi cuaca wilayah Kabupaten Sintang mulai 12-18 September 2017 di ruang kerjanya, Rabu (13/9/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Hujan intensitas sedang dan lebat diprediksi mengguyur wilayah Kabupaten Sintang pada pekan kedua September 2017.

Berdasarkan pantauan citra satelit Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas III Susilo Sintang, hujan diperkirakan turun mulai 12-18 September 2017.

Prakirawan Stasiun BMKG Kelas III Susilo Sintang, Bhilda Maulida menerangkan secara umum pada tanggal 12-14 September kondisi langitberawan.

“Sejak tanggal 12 September kemarin, siang seperti ini berawan dan hujan ringan. Namun, mulai sore sampai malam berpotensi hujan sedang bahkan deras disertai guntur dan kilat,” ungkapnya kepada Tribun Pontianak, Rabu (13/9/2017) siang.

(Baca: Hujan Deras di Sintang, Satu Pesawat Kalstar Gagal Terbang )

Bhilda menjelaskan curah hujan ringan berada di rentang 0,1-5,0 milimeter (mm) per jam atau 5-20 mm per hari. Sedangkan curah hujan sedang berkisar antara 5-10 mm perjam atau 20-50 mm per hari.

“Kalau curah hujan lebat itu sekitar 10-20 mm per jam atau 50-100 mm per hari. Ada lagi mas, curah hujan sangat lebat itu lebih dari 20 mm per jam atau lebih dari 100 mm per hari hujan sangat lebat,” terangnya.

Bhilda menambahkan cuaca ini dipengaruhi adanya belokan angin pada ketinggian 3.000 feet di sekitar wilayah Kalimantan Barat, terutama di pesisir. Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan. 

“Kecepatan angin sedang sekitar 3-15 Knot mulai 12-14 September 2017. Ada potensi mencapai 15 knot, namun case seperti itu jarang,” jelasnya.

Kendati informasi prakiraan cuaca telah ada, namun Bhilda menegaskan kemungkinan perubahan cuaca bisa seaktu-waktu berubah secara cepat. Kasus ini seperti terjadi pada Selasa (13/9/2017) sore kemarin.

“Kondisi cuaca kemarin itu, kami perhatikan di citra satelit ada satu sel awan tumbuh di daerah Sintang. Belum sempat selesai dan habis, ada awan daerah lain yang bergerak mengikuti arah angin dan menyatu,” jelasnya.

Kondisi ini mengakibatkan awan-awan itu terakumulasi menjadi awan comulonimbus. Sehingga, kumpulan awan-awan yang menjadi besar ini berpotensi menghasilkan guntur dan petir. Situasi ini jelas membahayakan arus lalu lintas penerbangan.

“Kita menyampaikan kondisi cuaca seperti itu ke pihak ATC (Air Traffic Control) untuk diteruskan ke pilot. Apakah pilot melanjutkan penerbangan atau tidak, itu tergantung mereka,” tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help