TribunPontianak/

Nilai Kenaikan Tunjangan Dewan Disaat Tidak Tepat, Ini Kata Pengamat

Syarif Usmulyadi menyampaikan bahwa kenaikan tunjangan dewan dinilai kurang tepat karena bertentangan dengan fundamental ekonomi Indonesia

Nilai Kenaikan Tunjangan Dewan Disaat Tidak Tepat, Ini Kata Pengamat
NET
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Pengamat Politik Kalimantan Barat, Syarif Usmulyadi menyampaikan bahwa kenaikan tunjangan dewan dinilai kurang tepat karena bertentangan dengan fundamental ekonomi Indonesia sedang berada di dalam titik nadir.

"Hambatan ekonomi terjadi, hingga ada kekurangan dan kelemahan pendapatan negara.
Ekonomi kita sekarang memburuk, pengangguran meningkat, investasi tersendat," katanya saat dihubungi Tribun Pontianak, Rabu (13/9/2017) siang.

Namun memang bukan berarti tidak boleh, tapi mesti disesuaikan kemampuan pemerintah dalam membiayai tunjangan.

(Baca: Sekda Belum Dapatkan Angka Riil Terkait Kenaikan Tunjangan Dewan )

Apalagi kemampuan negara di saat seperti sekarang ini yang fokus dalam membangun infrastruktur.

"Kenaikan tunjangan DPRD adalah sesuai yang wajar, sepanjang pemerintah punya anggaran untuk kenaikan itu," kata.

Oleh karena itu, jika memang benar-benar dinaikan, tentu kenaikan tersebut harus sejalan dengan kinerja DPR.

Tugas-tugas yang mereka emban harus dimaksimalkan.

(Baca: Dewan Nilai Kenaikan Tunjangan Sebagai Sesuatu yang Wajar )

Halaman
12
Penulis: Wahidin
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help