TribunPontianak/

Jalan Masuka Darat Berlubang, Pengendara Kerap Alami Hal Mencemaskan

Masyarakat Sintang prihatin kondisi ruas Jalan Masuka Darat, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu yang berlubang dan rusak.

Jalan Masuka Darat Berlubang, Pengendara Kerap Alami Hal Mencemaskan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Pengendara kendaraan bermotor melintasi kondisi titik jalan paling kritis di Jalan Masuka Darat, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Rabu (13/9/2017) sore. 

Satu diantara pengendara mobil, Yulius (36) mengakui kondisi kerusakan jalan sudah berlangsung lama.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang dinilai belum tanggap, lantaran hingga kini tidak ada upaya nyata guna perbaikan jalan.

“Dah lumayan lama jalan ini rusak. Tiap hari makin parah. Lubang yang itu semakin hari, semakin dalam dan besar,” ungkapnya sambil mengacungkan jari telunjuk, Rabu (13/9/2017) pukul 15.45 WIB.

Yulius menambahkan sebagai pengendara yang kerap lintasi jalan, kondisi ini jelas menyulitkan masyarakat. Ia menceritakan pengalaman bahwa bumper atau bagian depan mobilnya sempat tersangkut sisi atas lubang.

 “Ya, saya kira dangkal. Ternyata lubangnya dalam. Mobil saya juga ini kan memang tipenya rendah, bumpernya nyangkut,” terangnya.

Yulius berharap Pemkab Sintang segera perbaiki jalan ini. Menurut dia, aktivitas masyarakat begitu ramai di wilayah jalan ini, lantaran berada pada lokasi strategis dan permukiman padat penduduk.

Tidak hanya dekat kawasan Terminal Sungai Durian, namun juga pasar-pasar tradisional.

“Mudah-mudahan pemerintah segera membenahinya lah. Ditimbun lagi, diratakan dan diaspal lagi biar bagus seperti sediakala. Kawasan ini ramai dan padat aktivitas perekonomian. Kalau jalan bagus, tentu mobilisasi makin cepat,” harapnya.

Pengendara motor, Supriadi (41) menerangkan kerusakan jalan pernah mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor terjatuh.

Saat itu, pengendara berupaya terobos kubangan air. Pengendara itu mengira lubang itu dangkal, namun kenyataannya dalam.

Halaman
123
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help