TribunPontianak/
Home »

News

» Jakarta

Gubernur Djarot Ancam Cabut Izin Rumah Sakit Tolak Pasien Karena Tak Bisa Bayar Uang Muka

"Sedangkan misi utama rumah sakit adalah menolong dan menyelamatkan pasien

Gubernur Djarot Ancam Cabut Izin Rumah Sakit Tolak Pasien Karena Tak Bisa Bayar Uang Muka
KOMPAS.com/Andri Donnal Putera
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat 

 TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku akan memberikan sanksi rumah sakit yang menolak pasien lantaran tak bisa bayar uang muka.

Sanksi awal jika pelanggarannya masih tergolong ringan, maka rumah sakit tersebut akan diberi sanksi peringatan.

"Ada, pasti ada sanksi, paling tidak ya ada sanksi peringatan 1 atau 2 ya," ujar Djarot, saat ditemui di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (12/9/2017) kemarin.

Namun jika rumah sakit yang diberi izin operasi oleh Pemerintah Provinsi DKI tersebut telah melakukan pelanggaran berat, termasuk menelantarkan pasien, maka secara tegas ia akan memberikan sanksi berat dengan mencabut izin operasional.

"Tapi kalau pelanggarannya sudah berat, bisa kita cabut izinnya, karena nggak boleh (menolak pasien), sama saja mereka menelantarkan pasien," tegas Djarot.

(Baca: Inilah Pria Beristri Lebih dari 7 Orang, Nomor 6 Miliki Berlian Seharga Rp 2 Triliun )

Mantan Wali Kota Blitar itu kemudian menyebutkan misi yang harus diutamakan oleh rumah sakit adalah menyelamatkan nyawa pasien dengan memberikan penanganan yang terbaik.

"Sedangkan misi utama rumah sakit adalah menolong dan menyelamatkan pasien," kata Djarot.

Lebih lanjut politisi PDI Perjuangan itu pun kembali menegaskan bahwa pemberian sanksi akan dilakukan secara bertahap, mulai dari sanksi peringatan hingga pencabutan izin.

"Jadi (pemberian sanksi) ada tahapannya, tapi kalau memang pelanggarannyasudah berat, (ya izinnya) kami cabut," pungkas Djarot.

Sebelumnya, kasus kematian bayi Debora menjadi perhatian pemerintah sejak beberapa hari yang lalu.

Bayi Debora diduga tidak segera mendapatkan penanganan medis dari rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, lantaran orangtuanya tidak memiliki cukup biaya yang mengakibatkan bayi itu ditolak penanganaannya oleh pihak rumah sakit.

Nyawa Debora pun akhirnya tidak bisa diselamatkan pada Minggu, 3 September 2017 lalu.

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help