TribunPontianak/

Pilkada Serentak

Diisukan Dukung Edi Kamtono-Bahasan, Ini Penjelasan Ketua NasDem Pontianak

Dalam survei ini dilihat popularitas dan elektabilitasnya, orang populer belum tentu dipilih

Diisukan Dukung Edi Kamtono-Bahasan, Ini Penjelasan Ketua NasDem Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Wakil Ketua DPRD, Firdaus Zarin 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Partai NasDem diisukan mendukung pasangan Edi Rusdi Kamtono-Bahasan pada pilwako 2018 mendatang. Menanggapi isu itu, Ketua DPC Pontianak Partai Nasdem, Firdaus Zarin, mengaku sudah mendengar isu tersebut dan juga adanya kabar NasDem tidak mencalonkan kader dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.

"Kita tunggu rekomendasi dari DPP dulu, karena ada tahapan yang harus diikuti sampai ke DPP. Sekarang ini masih sekedar pembicaraan saja dan belum ada surat keputusan sah dari DPP," katanya, Rabu (13/9/2017).

Ditanya soal apakah mungkin Nasdem yang menjadi satu diantara partai pemenang di Kota Pontianak dengan enam kursi dilepaskan percuma saja pada kandidat lain dan tidak menggandeng kader Nasdem, Firdaus Zarin sampaikan semua itu ada mekanisme dan proses yang harus dilalui, pertama adalah survey dan kedua adalah kebijakan partai.

"Gimana kita mau menilai kebijakan seseorang, salah satunya adalah melalui survei itu cara ilmiahnya. Dalam survei ini dilihat popularitas dan elektabilitasnya, orang populer belum tentu dipilih,"katanya.

(Baca: Yandi: Ada Pengurus Partai Hanya Datang Pada Saat Pencalonan )

Ia berharap DPP memantau sampai kebawah, melihat hasil survey yang ada dan melihat keinginan masyarakat,karena semua partai sudah pasti mau menang. Jangan sampai DPP mendapat informasi yang salah.

"Nanti kalah sebelum bertempur, jangan sampai kalah duluan, apabila salah memberi rekomendasi maka akan kalah sebelum nertempur, jangan sampai kursi yang ada sia-sia," jelasnya.

Ditegaskannya kembali mengenai isu Nasdem akan melepas partai cuma-cuma untuk pasangan Edi-Bahasan, Zarin sebut kapasitas yang menjawab ada di DPD dan DPP.

(Baca: Begal Bacok Polisi dengan Sadis Ketika Hendak Ditangkap, Tonton Videonya )

"Kalau sudah ada keputusan kita dibawah ini apa boleh buat, tapi tentu boleh juga ditanya-tanya DPP, DPW dalam artian strata organisasi. Jangan sampai suatu keputasan menimbulkan sesuatu yang berbeda-beda. Saya belum melihat SK dukungan untuk Edi dan Bahasan, tapi memang sudah mendengar dan dikasi tau, tapi sekali lagi belum ada SK nya" Kata Zarin.

Ditanya mengenai apakah pelepasan partai secara cuma-cuma dengan kandidat lain, yang notabene Edi adalah kader Gerindra dan Bahasan Anggota DPRD Kalbar dari PKPI, Zarin sebut perkembangan terakhir kawan-kawan di pengurus partai masih berfikir-fikir untuk memberikan partai cuma-cuma pada kandidat lainnya, karena Nasdem sendiri memiliki kader yang cukup potensial bahkan tidak hanya satu ada empat orang, Tolove, Firdaus Zarin, Michael Yan, dan Qory Susana.

"Saat ini masih menimbang dan beragumentasi mengenai kebijakan partai, karena dari Nasdem juga ada empat kandidat, dalam keputasan ini harua berhati-hati supaya dapat mengeliminir perbedaan yang ada dibawah," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help