TribunPontianak/

Buka Dialog Antisipasi Isu SARA, Ini Pesan Sekda Sukri

Apalagi media sosial, berita hoaks banyak. Kita perlu mengetahui mana berita yang tidak benar,

Buka Dialog Antisipasi Isu SARA, Ini Pesan Sekda Sukri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas Hulu, Ir H Muhammad Sukri membuka kegiatan dialog antisipasi pengaruh isu SARA menjelang pemilihan Gubernur Kalimantan Barat tahun 2018. Kegiatan dialog ini dihelat Ikatan Pena Peduli Sosial Budaya (IP2SB) Kapuas Hulu di Aula Kantor Bupati Jalan Antasari Putussibau, Rabu (13/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUASHULU - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas Hulu, Ir H Muhammad Sukri membuka kegiatan dialog antisipasi pengaruh isu SARA menjelang pemilihan Gubernur Kalimantan Barat tahun 2018.

Kegiatan dialog ini dihelat Ikatan Pena Peduli Sosial Budaya (IP2SB) Kapuas Hulu di Aula Kantor Bupati Jalan Antasari Putussibau, Rabu (13/8/2017).

(Baca: Begal Bacok Polisi dengan Sadis Ketika Hendak Ditangkap, Tonton Videonya )

Sekda mengatakan, peranan media sangat strategis dalam mencegah pengaruh isu SARA dengan menyampaikan informasi yang mendidik masyarakat, apalagi dalam menghadapi pemilihan umum kepala daerah.

Untuk itu perlu dilakukan dialog dalam mengantisipai hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi perkembangan teknologi mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat.

"Apalagi media sosial, berita hoaks banyak. Kita perlu mengetahui mana berita yang tidak benar," katanya.

Sekda menerangkan, bila ada kata viral mohon disebarkan pada media sosial, itu hoaks.

Jangan sekali-kali diteruskan, karena hal itu pasti tidak benar. Kalau menemukan berita seperti itu, cari informasi yang betul dari mana sumbernya.

(Baca: Dalam Sehari Ratusan Pelanggar Lalu Lintas Terjaring Razia, Ini Imbauan Polisi pada Masyarakat )

Karena bisa saja ditambah foto-foto yang bukan dari kejadian tersebut. Mungkin itu foto beberapa tahun lalu dan segala macam. "Ini harus kita waspada," tuturnya.

Ia berharap masyarakat berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Perlu di teliti dan melakukan tabayun. 

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help