TribunPontianak/

Yurianto Dorong Kalbar Tiru DKI Jakarta Miliki BUMD Laba Miliaran

BUMD DKI jakarta saat ini kata Yuri bergerak maju dan terbilang sukses dibandingkan daerah lain.

Yurianto Dorong Kalbar Tiru DKI Jakarta Miliki BUMD Laba Miliaran
TRIBUN PONTIANAK/MASKARTINI
Foto bersama dengan peraih TPID Terbaik dalam Rapat Koordinasi se-Kalimantan Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Disemilasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalbar pada Selasa (12/9/2017). 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Kalbar menggelar Rapat Koordinasi se-Kalimantan Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Disemilasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalbar, Selasa (12/9/2017).

Pelaksanaan Rakor TPID sedikit berbeda lantaran selain dihadiri oleh anggota TPID Se-Kalbar, KPw BI Kalbar mendatangkan Badan Pengelola BUMD DKI Jakarta dan PT Food Station Tjipinang Jaya yang merupakan BUMD bidang pangan yang sukses meraup laba hingga Rp 9 miliar per bulan.

(Baca: Belajar Dari DKI Jakarta, Kendalikan Inflasi Lewat BUMD Pangan )

Kepala Badan Pengelola BUMD DKI Jakarta, Yurianto membandingkan tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi Kalbar.

"Jika dilihat inflasi Kalbar menembus angka 4 persenan, DKI Jakarta hanya 2 persenan. Pertumbuhan ekonomi Kalbar 2017 sekitar 4 persen, sedangkan inflasi 5 persen. Harusnya ASN harus bekerja lebih keras lagi. Jakarta pertumbuhannya 5 persenan dan inflasinya 2 persenan, "ujar Yuri kepada seluruh anggota yang hadir.

Setelah menggambarkan indikator makro, ia mengungkapkan provinsi Kalbar bisa mencontoh keberhasilan BUMD Jakarta dengan bidang pangan disesuaikan dengan potensi yang ada pada masing-masing kabupaten.

"Untuk meniru Jakarta sepenuhnya tidak bisa karena dengan struktur birokrasi dan pelaku bisnis beda. Tetapi semoga yang ditularkan bisa diambil dan bermanfaat," ujarnya.

BUMD DKI jakarta saat ini kata Yuri bergerak maju dan terbilang sukses dibandingkan daerah lain. Hal tersebut terjadi karena adanya kerjasama sinergis dimana BUMD menjalankan fungsinya secara profesional.

Selain kerjasama yang harmonis, pemerintah dan BUMD juga saling berkoordinasi termasuk alokasi khusus untuk mendukung BUMD.

"Kerjasama dengan BUMD sendiri menjadi keniscahyaan pemprov, itu harus karena di BUMD kita pemegang saham. Jika tumbuh kita mendapatkan keuntungan. Kita dorong kerjasama BUMD antar BUMD untuk kepentingan masyarakat bukan keuntungan BUMD sendiri. Kerjasama lain misalnya pihak Trans Jakarta juga kita dorong di sesuaikan dengan BUMD, "ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Steven Greatness
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help