TribunPontianak/

Tim Penilai Terpadu P2WKSS Kalbar Kecewa OPD Kayong Utara

Ketua Tim Penilai Terpadu P2WKSS Provinsi Kalimantan Barat D. Ardianto mengaku sedikit kecewa dengan ketidak hadiran Kepala OPD sebagai pembina...

Tim Penilai Terpadu P2WKSS Kalbar Kecewa OPD Kayong Utara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MUHAMMAD FAUZI
Ketua Tim Penilai Terpadu P2WKSS Provinsi Kalimantan Barat berserta rombongan di sambut antraksi silat, Selasa (12/9/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK. CO.ID, KAYONG UTARA –Ketua Tim Penilai Terpadu P2WKSS Provinsi Kalimantan Barat D. Ardianto mengaku sedikit kecewa dengan ketidak hadiran Kepala OPD sebagai pembina kegiatan ini.

Menurut D. Ardianto tim penilai tidak hanya menilai kegiatan atau produk Desa, namun partisipasi pembina juga masuk dalam hal penilaian ini.

"Saya lihat antusias masyarakat, kemudian lain-lain sangat luar biasa, namun tadi terus terang awalnya agak kecewa cuma karena pertimbangan ada laporan bahwa bapak Bupati, Pak wakil Bupati, Sekda tidak ada di tempat karena ada kegiatan-kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan saya bisa memaklumi,"jelas Ketua Tim Penilai Terpadu P2WKSS Provinsi Kalimantan Barat D. Ardianto saat ditemui usai kegiatan di Kantor Desa Harapan Mulia, Selasa (12/9/2017).

(Baca: Buka Liga Santri Nusantara Region Kalimantan, Ini Pesan Ketua PWNU Kalbar )

Dengan ketidakhadiran OPD ini dikatakannya, memang menghambat penilaian tim dari Provinsi namun berdasarkan pertimbangan maka pihaknya tetap akan melakukan penilaian.

Ditegaskannya dalam pembinaan, pihak OPD wajib hadir saat pemberian penilaian karena tentu akan ada hal-hal yang perlu disampaikan.

"Seperti yang saya sampaikan bagaimana partisipasi OPD nya, pembinaan OPD nya, contoh pada saat penilaian, kalau OPD nya tidak ada jelas tidak bisa di nilai, karena kita bicara pembinaan. Jangan sampai begitu acara pembukaan pada saat penilaian pimpinan OPD ataupun pejabat-pejabat yang mewakili untuk di nilai tidak ada di tempat,"tuturnya.

(Baca: Hildi: Kayong Utara Terapkan Percepatan Pembangunan Desa Sebelum Ada Undang-undang )

Ia pun berharap kedepan pihak OPD dapat selalu mendampingi setiap penilaian lomba P2WKSS tingkat Provinsi Kalimantan Barat karena kehadiran pembina sangatlah penting.

"Harapan kami kalau tidak adanya Bupati dan Wakil Bupati, pimpinan OPD atau pejabat yang mewakili harus ada di tempat, itu yang paling penting,"harapnya.

Dilanjutkannya, tim penilai akan melakukan penilaian dari beberapa hal, baik dari keamanan, dan 10 program PKK dan Toga.

Penilaian inipun diakuinya bukan hanya mencari juara, tapi lebih kepada pembinaan.

"Kami dari tim akan menilai, pertama keamanan, dan bagaimana masalah lingkungan dan 10 program PKK dan Toga yang semuanya bertujuan untuk melakukan pembinaan dalam rangka meningkatkan keluarga yang sehat dan sejahtera, itu yang di nilai,"tambahnya. 

Penulis: Muhammad Fauzi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help