TribunPontianak/

SPBU Diintruksikan Dahulukan Pengisian Umum

Sales Executive Retail Wilayah VII Pertaminan, Andi Reza Ramadhan menegaskan pengisian BBM di SPBU seharusnya memang masuk ke tangki kendaraan.

SPBU Diintruksikan Dahulukan Pengisian Umum
Tribun Pontianak/Anesh Viduka
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Sales Executive Retail Wilayah VII Pertaminan, Andi Reza Ramadhan menegaskan pengisian BBM di SPBU seharusnya memang masuk ke tangki kendaraan.

Tapi kalau untuk diarahkan ke kecamatan yang tak ada SPBU.

Maka tidak mungkin harus dibawa hanya menggunakan tangki kendaraan saja.

“Pasti yang diisi ke tangki kendaraan itu untuk penggunaan pribadi,” katanya saat dihubungi awak media di Ketapang melalui telepon, Selasa (12/9/2017).

“Makanya untuk dibawa ke kecamatan itu harus menggunakan jeriken atau drum. Hal ini ada terjadi di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Jayapura termasuk di Ketapang itu,” lanjutnya.

(Baca: Pemberlakuan Transaksi Non Tunai di SPBU, Ini Kata Eddy Suratman )

Namun pihaknya juga paling memperhatikan aspek sefetynya. Sehingga saat pengisian BBM ke jeriken atau drum maka SPBU wajib menyediakan alat pemadam api ringan (APAR). Ia menambahkan ada juga peraturan terkait pengisian BBM.

Khususnya solar dan premium ada yang diwajibkan menggunakan surat rekomendasi. Tapai pada BBM non subsidi seperti petralet tidak mengatur terkait rekomendasi. Lantaran termasauk minyak industri sehingga penjualannya sedikit bebas.

“Cuma SPBU sudah diintruksikan agar selalu mendahulukan pengisian umum. Jangan sampai pengisian ke jeriken atau drum menyebabkan antrean panjang di SPBU,” ungkapnya.

Ia menambahkan terhadap pengisian BBM menggunakan jeriken atau drum untuk pengecer sekitar SPBU. Sepengetahuannya harus ditertibkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Serta Kepolisian seperti Polres Ketapang yang memang harus proaktif.

“Kalau pengawasan penggunaan BBM untuk pengecer atau tidak mungkin pihak SPBU juga kesulitan. Jadi pengawasan terhadap persolan itu kami lebih minta pada pihak Pemda dan Polres Ketapang harus lebih aktif,” tuturnya.

“Misalnya di Kota Singkawang dan Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur sudah mulai merapikan pengecernya,” lanjutnya.

Penulis: Subandi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help