TribunPontianak/

Satreskrim Polres Ketapang Ringkus Tersangka Jambret Handphone

Kasat menjelaskan tersangka selalu mengincar perempuan sebagai korbannya. Khususnya ketika perempuan itu berkendaraan atau berjalan kaki.

Satreskrim Polres Ketapang Ringkus Tersangka Jambret Handphone
TRIBUN PONTIANAK/SUBANDI
Tersangka jambret di Ketapang, Kurniawan (duduk di lantai) saat diwawancarai awak media di Mapolres Ketapang, Selasa (12/9). 

Laporan wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Satreskrim Polres Ketapang menangkap Kurniawan (28) spesialis jambret di Ketapang. Tersangka ditangkap di di kediamannya, Jalan M Haryono, Kelurahan Tegah, Kecamatan Delta Pawan Minggu (10/9/2017).

Saat ini pelaku sudah diamankan di tahanan Mapolres Ketapang untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

"Pelaku berhasil ditangkap berawal dari informasi masyarakat," kata Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Rully Robinson Polii kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (12/9/2017). 

Informasi tersebut dilakukan pengembangan sehingga berhasil menangkap tersangka.

Menurut dia, tersangka merupakan residivis di tahanan Pontianak karena juga kasus penjamberatan. Tersangka masuk dan keluar penjara sudah beberapa tahun silam. 

"Pada kasus ini tersangka melakukan penjamberatan di enam tempat kejadian perkara di Ketapang. Tersangka mengambil handphone dan tas korban ketika berkendaraan dan berjalan kaki," ungkapnya.

Kasat menjelaskan tersangka selalu mengincar perempuan sebagai korbannya. Khususnya ketika perempuan itu berkendaraan atau berjalan kaki sambil bermain handphone.

Selain itu, yang suka  menaruh tas di sangkutan barang atau box motor. 

Sebab itu ia mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap aksi kejahatan.

"Semua harus mengantisipasi agar tidak menjadi korban kejahatan. Sehingga bisa meminimalisir bahkan mencegah terjadinya kejahatan di Ketapang," sarannya. 

Rully menegaskan terhadap tersangka diancamkan Pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara.

"Kita juga masih terus melakukan pengembangan pada kasus ini. Jadi kemungkinan jumlah tempat kejadian perkara dan tersangkanya bertambah bisa saja. Tentu semua itu tergantung hasil pengembangan kita nantinya pada kasus ini," lanjutnya.

Penulis: Subandi
Editor: Steven Greatness
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help