TribunPontianak/

Rentan Inflasi, Apakah Kalbar Akan Bentuk BUMD Bidang Pangan?

Herkulana berharap dengan adanya BUMD Food Station yang sukses mengatasi masalah pangan bisa meyakinkan pemerintah membentuk BUMD.

Rentan Inflasi, Apakah Kalbar Akan Bentuk BUMD Bidang Pangan?
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Herkulana Mekarryani 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Disemilasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalbar yang dihadiri Anggota TPID Se-Kalbar sukses terlaksana di Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Provinsi Kalbar pada Selasa (12/9/2017).

Kehadiran Badan Pengelola BUMD DKI Jakarta dan PT Food Station Tjipinang Jaya yang merupakan BUMD bidang pangan yang menjaga stabilitas pangan dan sukses meraup laba hingga Rp9 miliar perbulan pun menjadi daya tarik tersendiri bagi Kalbar.

Kalbar sendiri saat ini hanya memiliki tiga BUMD yaitu Bank Kalbar, PT Jamkrida dan Perusda.

Diakui Ketua TPID Kalbar, dalam hal ini yang diwakili oleh Herkulana Mekarryani, belum ada BUMD yang membidangi pangan di Kalbar.

(Baca: Belajar Dari DKI Jakarta, Kendalikan Inflasi Lewat BUMD Pangan )

Hadirnya BUMD Food Station yang sudah sukses mengatasi masalah pangan dan menyumbang PAD diakuinya membuat Kalbar harus memikirkan pembentukan BUMD dengan mencontoh kesuksesan yang ada.

"Melalui kesuksesan Food Station yang mampu mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas komoditi kita mencontoh dari daerah lain. Nah ini akan kita masukkan ke dalam perencanaan jangka menengah tahun 2019-2023. Sekarang kita sedang melakukan evaluasi pengembangan perekonomian Kalbar yang salah satunya mungkin nanti ini akan kita masukkan untuk mendukung perekonomian Kalbar, "ujarnya.

Secara umum dari penjelasan yang dipapar pengelola BUMD DKI Jakarta, Herkulana mengaku sangat tertarik.

Herkulana berharap dengan adanya BUMD Food Station yang sukses mengatasi masalah pangan bisa meyakinkan pemerintah membentuk BUMD.

"Mungkin bisa menjadi contoh untuk kita, bagaimana komitmen Pemerintah terkait dengan pengembangan ekonomi melalui BUMD, "ujarnya.

Ia mengatakan dalam pengendalian inflasi daerah, TPID Kalbar sudah berhasil menekan inflasi dikisaran 4 persen. Tim kata dia memiliki group untuk memantau perkembangan harga, misalkan kenaikan pada bawang merah karena adanya indikasi penurunan stok di pasar. Dengan demikian tim akan dengan cepat bergerak dan melakukan operasi pasar.

"Jika terjadi fluktuasi harga yang meningkat kita diskusi di dalam grup tersebut untuk segera mencari solusi Bagaimana masing-masing kabupaten kota untuk mengatasi kenaikan harga. Sehingga pada 2017 kita bisa menekan harga dan harga lumayan terkendali. Inflasi daerah kita hampir sama dengan pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Terkait mengapa hingga saat ini Kalbar belum memiliki BUMD, Herkulana mengatakan karena pemerintah bekerja sesuai dengan perencanaan. Perusahaan daerah yang ada saat injli kata dia masih berorientasi pada pupuk, kedua terkait ekonomi jasa.

"Sekarang kita sedang melakukan revitalisasi perusahaan daerah bagaimana perusahaan daerah kita seperti yang ada di DKI Jakarta. Bank Kalbar sudah mendapatkan penghargaan termasuk Gubernur selaku pembina, Jamkrida perkembangannya cukup baik dan perusahaan daerah kita dari sebelumnya belum mendapatkan profit sudah bergerak lebih baik," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help