TribunPontianak/

Polisi Ringkus Spesialis Jambret, Inilah Orangnya

"Pada kasus ini tersangka melakukan penjamberatan di enam tempat kejadian perkara di Ketapang.

Polisi Ringkus Spesialis Jambret, Inilah Orangnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SUBANDI
Tersangka jaambret di Ketapang, Kurniawan (duduk di lantai) saat diwawancarai awak media di Mapolres Ketapang, Selasa (12/9). 

Laporan wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Satreskrim Polres Ketapang menangkap Kurniawan (28) spesialis jambret di Ketapang. Tersangka  ditangkap di di kediamannya Jl M Haryono Kelurahan Tegah Kecamatan Delta Pawan Minggu (10/9) kemarin.

Saat ini tersangka sudah diamankan di tahanan Mapolres Ketapang untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

"Tersangka berhasil ditangkap berawal dari informasi masyarakat," kata Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Rully Robinson Polii, di ruang kerjanya, Selasa (12/9). 

(Baca: Pekerjakan Wanita Cantik dan Seksi, Pelayanan Salon Kecantikan Ini Bikin Pria Ketagihan )

Kemudian pihaknya melakukan pengembangan sehingga berhasil menangkap pelaku. Menurutnya pelaku merupakan residivis di tahanan Pontianak karena kasus penjamberatan juga. Pelaku masuk dan keluar penjara sudah beberapa tahun silam. 

"Pada kasus ini tersangka melakukan penjamberatan di enam tempat kejadian perkara di Ketapang. Pelaku mengambil handpone dan tas korban ketika berkendaraan dan berjalan kaki," ungkapnya.

Kasat menjelaskan pelaku selalu mengincar perempuan sebagai korbannya. Khususnya ketika perempaun itu berkendaraan atau berjalan kaki sambil bermain handpone. Serta yang menaruh tas di sangkutan barang atau box motor. 

(Baca: Seorang Biduan Duduk Dipangkuan Mempelai Pria Depan Pengantin Wanita Mendadak Viral )

Sebab itu ia mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap aksi kejahatan. "Semua harus mengantisipasi agar tidak menjadi korban kejahatan. Sehingga bisa meminimalisir bahkan mencegah terjadinya kejahatan di Ketapang," sarannya. 

Ia menegaskan terhadap pelaku ini diancamkan Pasam 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara. "Kita juga masih terus melakukan pengembangan pada kasus ini," tuturnya. 

"Jadi kemungkinan jumlah jumlah tempat kejadian perkara dan tersangkanya bertambah bisa saja. Tentu semua itu tergantung hasil pengembangan kita nantinya pada kasus ini," lanjutnya.

Penulis: Subandi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help